Angklung Bukti Keragaman Budaya Warisan Turun Temurun
LOVEBANDUNG.com | Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menuturkan angklung merupakan bukti dari keragaman budaya Indonesia yang terus diwariskan secara turun-temurun, dan menciptakan ekosistem seni angklung sama pentingnya dengan memeliharanya secara berkelanjutan.
“Selain alat musik gamelan dan kolintang, angklung juga sudah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Saat ini, angklung sudah mulai mendunia dan banyak dimainkan di berbagai tempat, misalnya di dalam selebrasi atau perayaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara lain. Bisa dibilang, angklung adalah satu instrumen yang sudah semakin dikenal di panggung internasional,” terang Menbud pada penutupan workshop dan seminar bambu “Warisan Hidup, Kreasi Berkelanjutan” ini merupakan upaya pembekalan guru seni budaya terkait seni bambu dan angklung, di Kampung Budaya Sunda Paseban, Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/12/2025).
Menbud Fadli menerangkan bahwa seni bambu merupakan salah satu warisan budaya Sunda yang luar biasa kaya. Apabila pemanfaatan dan pengembangannya dilakukan secara maksimal, seni bambu dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan industri budaya (Cultural and Creative Industry).
“Di masa lalu, nenek moyang kita banyak menggunakan bambu sebagai material untuk kehidupan sehari-hari. Bambu bahkan menjadi alat untuk merekam dan mencatat manuskrip di bambu. Bambu juga punya fungsi bermacam-macam, seperti menyimpan air, menahan longsor, dan sebagainya. Kearifan lokal dan khazanah inilah yang perlu kita rawat dan kedepannya kita jadikan sumber ekonomi budaya,” jelas Menbud.
“Para guru, kepala sekolah, tokoh-tokoh pendidikan dari Kota dan Kabupaten Bogor yang hadir, tentu peran Anda sangat penting untuk menciptakan ekosistem pelaku budaya, terutama kepada anak-anak kita yang memiliki keterampilan yang perlu diberdayakan. Ke depannya, pelatihan seperti ini juga perlu diadakan di sekolah masing-masing,” tambahnya. (ami)