Pemkot Bandung Perkuat Strategi Tourism, Trade, and Investment Melalui Kolaborasi Industri

LOVEBANDUNG.COM : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat sektor pariwisata sebagai motor utama penggerak ekonomi melalui strategi kolaborasi antara investor, pelaku usaha, dan penyedia jasa. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa integrasi dalam paket wisata yang kompetitif menjadi kunci untuk mengoptimalkan investasi yang telah masuk ke Kota Kembang.

“Acara seperti ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa apa yang telah dibangun oleh para investor dan pelaku industri pariwisata bisa dijajakan dalam paket-paket yang menarik oleh para seller,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, usai menghadiri Travel Mart Jabar Istimewa di Hotel Horison Ultima Bandung, Selasa (10/2/2026).

Farhan memaparkan bahwa volume kunjungan ke Bandung sangat impresif, dengan catatan hampir 24 juta perjalanan dan mendekati 12 juta wisatawan. Tingginya angka ini selaras dengan konsep tourism, trade, and investment yang diusung pemerintah guna memicu transaksi ekonomi luas, mulai dari perhotelan hingga sektor UMKM.

“Adanya tourism akan menghadirkan banyak transaksi. Dari transaksi itulah kita harapkan bisa mengundang banyak investment datang ke Kota Bandung,” katanya.

Meskipun memiliki keterbatasan wilayah administratif untuk wisata alam, Farhan mendorong para pelaku industri di bawah naungan Parwindo (Perhimpunan Industri Pariwisata Indonesia) untuk menciptakan paket wisata lintas wilayah di area Cekungan Bandung, seperti mengintegrasikan kuliner kota dengan wisata alam di Ciwidey atau Tahura.

“Bandung itu bagian dari Cekungan Bandung. Wisata alamnya banyak sekali. Misalnya ngopi di Kota Bandung, jalan-jalan ke Tahura, healing ke Ciwidey. Hal-hal seperti itu bisa dikemas oleh anggota Parwindo,” ujarnya.

Selain promosi, Pemkot Bandung fokus pada pembenahan infrastruktur dasar, kebersihan, dan keamanan. Farhan menegaskan tidak boleh ada ruang bagi kriminalitas maupun parkir liar yang mengganggu kenyamanan. Terkait isu kebersihan, petugas dikerahkan sejak dini hari guna mendukung citra Bandung sebagai destinasi sport tourism.

“Bandung menjual sport tourism. Tidak boleh pukul 06.00 WIB masih ada sampah di pinggir jalan. Wisatawan harus merasa aman mau jalan jam berapa pun, keluar hotel, tidak ada parkir liar, tidak ada begal,” tegas Farhan.

Ketua Pelaksana Travel Mart, Eko Purwono, menjelaskan bahwa ajang ini mempertemukan 58 seller dan 102 buyer potensial melalui skema business to business (B2B). Kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator percepatan kemajuan pariwisata di Jawa Barat melalui penjajakan kerja sama yang konkret.

“Melalui forum ini mudah-mudahan bisa business match, bisa saling kenal, dan melakukan optimalisasi bagi buyer maupun seller pariwisata. Selamat untuk Parwindo, semoga bermanfaat,” tutur Anggota DPR RI Komisi XI, Fathi, yang turut memberikan apresiasi atas sinergi tersebut. (rdj)