LOVEBANDUNG.com : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat memaparkan proyeksi cuaca dan iklim tahun 2026 dalam agenda High Level Meeting (HLM) “Pasamoan Agung” di Bandung. Fokus utama pemaparan ini adalah mitigasi risiko hidrometeorologi yang berpotensi mengganggu rantai pasok pangan dan distribusi logistik selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.
“Informasi iklim yang akurat menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan kebijakan, khususnya untuk menjaga ketersediaan pangan dan kelancaran distribusi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Koordinator BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, Kamis (5/3/2026).
Dalam forum yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut, BMKG menekankan pentingnya penggunaan data iklim sebagai basis pengambilan kebijakan di tingkat daerah. Analisis ini mencakup proyeksi musim serta anomali iklim yang dapat memengaruhi sektor pertanian dan mobilitas barang, sebagai upaya preventif menjaga inflasi tetap stabil.
“BMKG hadir memberikan data berbasis sains agar pemerintah daerah lebih siap menghadapi potensi risiko cuaca yang bisa memutus rantai pasok pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat,” tambah Teguh Rahayu.
Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran penting pemerintah, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah, serta para kepala daerah dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih adaptif terhadap dinamika iklim yang terjadi sepanjang tahun 2026.
“Sinergi antar instansi melalui forum ini diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi, sehingga stabilitas ekonomi Jawa Barat tetap terjaga meski berada di bawah ancaman cuaca yang dinamis,” pungkas Teguh. (Ami)