Keren Pisan! Motor Listrik Buatan SMKN 8 Bandung Siap Antar Ratusan Porsi Makan Bergizi Gratis
Kendaraan ini dirancang sebagai solusi mobilitas bersih sekaligus media praktik nyata bagi para siswa.
LOVEBANDUNG.com : Siswa SMKN 8 Bandung menciptakan inovasi kendaraan listrik (EV) bernama EV Micro Cargo yang digunakan khusus untuk mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah. Kendaraan ini dirancang sebagai solusi mobilitas bersih sekaligus media praktik nyata bagi para siswa.
“EV Micro Cargo ini dibangun untuk pendistribusian MBG di lingkungan sekolah dengan biaya mencapai Rp60 juta. Kendaraan ini mampu mengangkut hingga 100 porsi makanan sekali jalan,” kata Ketua Konsentrasi Subkeahlian Teknik Sepeda Motor SMKN 8 Bandung, Edwin Hadiyanto, Senin (13/4/2026).
Edwin menjelaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik di SMKN 8 Bandung sebenarnya sudah dimulai sejak 2022.
Selain tipe kargo, para siswa juga telah berhasil merakit prototipe sepeda motor listrik jenis sport yang dikonversi dari motor berbahan bakar fosil dengan biaya pengembangan berkisar antara Rp40 juta hingga Rp50 juta.
“Kendaraan listrik yang dirakit yakni sepeda motor jenis sport. Untuk prototipe motor listrik konversi standar membutuhkan anggaran sekitar Rp17 juta, sementara jenis sport lebih tinggi karena spesifikasinya,” tuturnya.
Langkah inovatif ini mendapat dukungan penuh dari PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp315,6 juta.
Bantuan tersebut mencakup penyediaan sarana EV Class, bengkel praktik Teaching Factory (TEFA), hingga penyelarasan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri transisi energi.
“Program ini bagian dari peran PLN dalam mendukung transisi energi melalui penguatan SDM. SMKN 8 Bandung kini bukan hanya tempat belajar, tapi laboratorium nyata pengembangan kendaraan listrik,” ujar General Manager PLN UID Jabar, Sugeng Widodo.
Dampak dari program ini sangat signifikan terhadap kompetensi sumber daya manusia di sekolah tersebut.
Sebanyak 165 siswa dan 16 guru telah mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri, bahkan kini 24 guru sudah memiliki kompetensi mandiri untuk mengajarkan teknik konversi kendaraan listrik kepada peserta didik.
“Proses pembelajaran kini menjadi lebih aplikatif dengan fasilitas baru berupa EV Class. Sebanyak 181 siswa kini sudah memahami proses konversi kendaraan listrik secara komprehensif,” tambah pihak sekolah.
Saat ini, fasilitas yang dimiliki SMKN 8 Bandung telah memenuhi syarat untuk pengajuan sebagai bengkel konversi tersertifikasi tipe B.
Ke depannya, sekolah ini berpeluang mengembangkan statusnya menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mampu melayani jasa konversi motor listrik untuk masyarakat umum.
“Selain menjadi media praktik langsung, inovasi ini membuka peluang besar bagi sekolah untuk menjadi pusat konversi kendaraan listrik yang tersertifikasi di Jawa Barat,” katanya. (rdj)