Uji Kompetensi SMKN 14 Bandung: Dari Batik Khas hingga Film Animasi Siap Pakai
Jurusan Kriya Tekstil memproduksi batik khas Bandung, Kriya Kayu menghasilkan lampu hias dan cermin, sementara jurusan Kriya Kulit menantang siswa membuat tas dan sepatu yang dimulai dari bahan imitasi hingga penggunaan kulit asli.
LOVEBANDUNG.com : Siswa SMKN 14 Bandung melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium Desain dan Produksi Kriya Keramik yang diklaim sebagai yang terbaik di Jawa Barat. Dalam ujian tersebut, para siswa mengolah langsung bahan pewarna hingga proses pembakaran menggunakan fasilitas lengkap seperti ruang pembakaran khusus dan tanah liat berkualitas tinggi, Kamis (16/4/2026).
“Laboratorium ini merupakan fasilitas unggulan kami karena memiliki kelengkapan mulai dari bahan tanah hingga ruang pembakaran yang representatif untuk menghasilkan karya keramik standar industri,” tulis laporan dari lokasi kegiatan.
Selain kriya keramik, UKK tahun ini juga melibatkan berbagai jurusan lain dengan produk unggulan masing-masing. Jurusan Kriya Tekstil memproduksi batik khas Bandung, Kriya Kayu menghasilkan lampu hias dan cermin, sementara jurusan Kriya Kulit menantang siswa membuat tas dan sepatu yang dimulai dari bahan imitasi hingga penggunaan kulit asli.
“Pelaksanaan UKK di setiap jurusan dilakukan berbasis proyek dan portofolio, di mana setiap karya yang dihasilkan siswa harus memenuhi standar teknis yang telah ditentukan,” jelas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Arry Rulyawan.
Siswa dari jurusan teknik dan kreatif pun tidak ketinggalan menunjukkan kemampuannya. Jurusan Teknik Perbaikan Bodi Otomotif melakukan praktik pengecatan kendaraan, sementara jurusan Animasi, Desain Grafis, dan Fotografi memproduksi film serta karya visual yang dinilai langsung oleh praktisi dari pihak industri.
“Yang terpenting bukan anak mendapat pelajaran apa, tetapi anak bisa apa. UKK menjadi bukti kemampuan nyata mereka di hadapan penguji,” tegas Kepala SMKN 14 Bandung, Dudi Rudiatna.
Ujian ini dirancang sebagai instrumen utama sekolah untuk memastikan lulusannya memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui hasil proyek dan portofolio ini, sekolah berharap para siswa siap bersaing secara profesional setelah lulus nanti.
“UKK bukan sekadar ujian akhir untuk memenuhi administrasi kelulusan, melainkan cara kami mengukur keterampilan nyata yang dimiliki siswa sebelum mereka benar-benar terjun ke industri,” pungkas Dudi. (dja)