Profil Zaki Hilmi: Transformasi Aktivis HMI hingga Penggerak Baznas Jawa Barat

Sebelum mendedikasikan diri di Baznas, Zaki Hilmi telah memiliki reputasi yang sangat solid di sektor demokrasi dan kepemiluan. Selama lebih dari dua dekade, ia berjibaku dalam pengawasan publik dan pendidikan politik.

LOVEBANDUNG.com : Dunia filantropi dan tata kelola lembaga publik memerlukan sosok yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang teruji melalui rekam jejak panjang.

Salah satu tokoh yang merepresentasikan kombinasi ideal tersebut adalah Zaki Hilmi, MH. Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua I Bidang Pendistribusian dan Pemberdayaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat.

Perjalanan karier pria kelahiran Bekasi, 6 Desember 1973 ini merupakan potret nyata bagaimana nilai-nilai aktivisme dan pendidikan pesantren dapat bertransformasi menjadi pengabdian nyata bagi umat.

Akar karakter Zaki Hilmi terbentuk kuat di lingkungan pesantren. Ia merupakan sosok santri yang telah berkelana menimba ilmu di berbagai institusi pendidikan Islam ternama, mulai dari Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin di Babakan Ciwaringin Cirebon, Ponpes Al Amin di Sukabumi, hingga MA. HM. Tribhakti Lirboyo dan Ponpes Salafiyah di Bandar Kidul, Kediri. Latar belakang pendidikan agama yang mendalam ini menjadi fondasi etis sekaligus kompas moral dalam setiap kebijakan yang ia ambil, terutama saat berhadapan dengan amanah pengelolaan dana umat.

Jiwa kepemimpinan Bang Zaki, sapaan akrabnya, semakin terasah tajam saat ia menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta.

Ia dikenal sebagai aktivis yang sangat vokal dan progresif, terbukti dengan posisinya sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta pada periode 1997-1998, sebuah masa krusial dalam sejarah reformasi Indonesia. Kepemimpinannya berlanjut hingga tingkat regional sebagai Ketua BADKO HMI Jabagteng-DIY.

Menariknya, kepedulian sosialnya sudah terlihat sejak mahasiswa melalui keterlibatannya dalam lembaga filantropi lokal yang menyantuni anak yatim dan dhuafa di Masjid Al Munawwaroh Yogyakarta.

Sebelum mendedikasikan diri di Baznas, Zaki Hilmi telah memiliki reputasi yang sangat solid di sektor demokrasi dan kepemiluan. Selama lebih dari dua dekade, ia berjibaku dalam pengawasan publik dan pendidikan politik.

Pengalamannya membentang luas mulai dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Jaringan Pemantau Pemilu untuk Rakyat (JPPR), hingga menduduki posisi strategis sebagai Komisioner KPU Kabupaten Bekasi selama dua periode serta Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat periode 2018-2023. Ia juga dipercaya menjadi Tim Pemeriksa Daerah DKPP Jawa Barat, yang menegaskan kapasitasnya dalam menjaga kode etik dan profesionalisme kerja.

Kini, di bawah naungan Baznas Jawa Barat, Zaki Hilmi membawa nafas baru dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.

Pengalaman panjangnya di dunia pengawasan publik sangat relevan dengan kebutuhan Baznas akan transparansi dan akuntabilitas. Ia memahami bahwa kunci utama keberhasilan lembaga zakat adalah kepercayaan masyarakat.

Oleh karena itu, ia berfokus pada penguatan sistem distribusi yang tepat sasaran dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui tangan dinginnya, nilai-nilai aktivisme yang jujur dan disiplin pesantren disatukan untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari muzakki dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mustahik di Jawa Barat. (lvb)