Erwin Soekmawan: Antara Golf dan Beragam Hobi
“Ketika melintas di suatu wilayah, hampir bisa dipastikan, kita melewati jalan yang sepi. Saat itu, kehadiran Sang Rabb seakan bisa kita rasakan".
LOVEBANDUNG.com : Jangan pernah bertanya pada Erwin Soekmawan, tentang apa yang paling dia senangi di usianya kini, matang dengan segudang pengalaman dan aktivitas.
Ditemui di sela-sela kegiatan turnamen golf ke-12 Alumni Boedoet Golf di Lapangan Golf Pondok Indah pada Ahad (26/4/2026), Ketua Panitia turnamen tersebut pun bingung menjawabnya.
“Kalau anda lihat saya sekarang di sini tengah memimpin kepanitian turnamen Golf, tentunya banyak orang mengira saya golfer sejati. Namun, semua aktivitas baik olahraga, bisnis maupun sosial, saya lakukan sesuai pada porsinya dan timeline yang tepat. Waktunya golf dimana saya bisa bersosialisasi dan bersilaturahmi dengan para kolega pengusaha atau penikmat golf lainnya. Sementara di saat lain saya menikmati waktu saya dengan Ducati Hyperstrada atau Triumph Scrambler 900 cc, touring dengan beberapa sobat, salah satunya alumni Boedoet juga, Indra Kusuma”.
Kegilaannya akan touring, selain menjelajah alam nusantara, touring juga yang membawanya hingga jauh ke negeri seberang.
“Kalau ke luar, saya biasa sewa dan motor yang digunakan pun disesuaikan dengan medan yang hendak kita jelajahi,” ujar Erwin melanjutkan obrolannya.
“Saat tour Siklroad, Kazakhstan-Usbekistan- Tajikistan saya gunakan Suzuki DR650. Sementara saya pernah jelajahi kawasan Asia Tenggara, Thailand-Myanmar-Kamboja, saya gunakan Yamaha Tenere,” lanjut Erwin.
Selain dua rute yang cukup menantang di atas, Erwin pun tak lupa mengisahkan perjalananya melintasi Jerman, Austria, Swiss, Slovenia hingga Prancis,” BMW GS 1250 jadi tunggangan saya di sana. Dan itu seru banget, diantara pegunungan salju di sana, Kaos Boedoet Big Bike kami kenakan. Kalau saja ada yang melihat, setidaknya ada anak Boedoet yang nekad melintas di sana”.
Kembali ke Golf, Erwin mengisahkan bahwa, “Golf buat saya bukan sekedar pukul bola, ketemu orang tertentu yang punya kelas, namun sejatinya, di sana kita diajarkan untuk bisa berstrategi, jaga endurance dan lebih penting, tepat menempatkan bola untuk hasil yang terbaik”.
Itu pula membuatnya tidak bisa dipisahkan dari Golf sebagai salah satu kegiatan olahraganya. Selain riding dan golf, bersepeda dan beberapa olahraga endurance lainya dia lakoni. Sekarang, saat musim padel, Erwin pun terlihat sesekali hadir di lapangan padel.
Tapi jangan pernah lupa, Erwin pun tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab sosialnya yang lain.
“Keluarga kami punya tinggalan di Palangkaraya. Sebagai sebuah jejak yang tertoreh saat ayah kami memimpin sebagai orang nomor satu di Kalimatan Tengah. Sebuah lembaga pendidikan Yayasan Karsa Mulya yang kami asuh bersama dengan anggota keluarga lainnya dan merawatnya sebagai amanah dari ayah kami lewat SMK Karya Mulya”.
Jadi, kalau ditanya mana prioritasnya dalam menjalani hidup, tentunya Erwin akan menjawab, “Saya harus bertanggung jawab di Sutra Biru Lines, karena di sana ada pendaringan saya selama ini dan itu harus saya jaga. Sementara aktivitas yang disebut di atas, dilakukan sesuai proporsinya dan pada waktunya yang tepat. Semua bukan sebuah pilihan baik yang mana, namun harus dilakoni dengan penuh tanggung jawab”.
Selain Sutra Biru Lines, usaha yang kini dijalaninya, Erwin pun merambah usaha lain lewat Soekma Bersaudara Lestari sebagai wadah pembelajaran wiraswasta buat regenerasi dirinya kepada generasi penerusnya.
Tapi Erwin tak bisa menyembunyikan perasaannya saat touringnya.
“Ketika melintas di suatu wilayah, hampir bisa dipastikan, kita melewati jalan yang sepi. Saat itu, kehadiran Sang Rabb seakan bisa kita rasakan, lewat kesempurnaan ciptaanNya alam yang di tempat itu di tempat itu, salju yang membekukan tulang kita serta keindahan alam yang kita lewati. Touring, mampu membuat saya lebih bertafakur. Menyukuri atas nikmat yang saya peroleh hingga hari ini”. (cac)