SLB Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional Tingkat Jabar
LOVEBANDUNG.com : Puluhan siswa sekolah luar biasa (SLB) dari berbagai daerah di Jawa Barat mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, Selasa (12/5/2026).
Ajang tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan keterampilan, kreativitas, sekaligus mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian.
Pada pelaksanaan tahun ini, proses penilaian dilakukan secara daring. Dewan juri menilai penampilan dan karya peserta melalui sambungan virtual dari berbagai cabang lomba yang dipertandingkan. Diharapkan, pelaksanaan secara daring tetap mampu memberikan ruang optimal bagi siswa untuk menampilkan potensi terbaiknya.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saepul Hidayat mengatakan, seluruh peserta FLS3N merupakan siswa terbaik hasil seleksi dari tingkat sekolah hingga kabupaten/kota. Oleh karena itu, ia mendorong peserta tampil maksimal dan menggali seluruh potensi yang dimiliki.
“Gali seluruh potensi yang ada agar bisa mewakili Jawa Barat di tingkat nasional,” ujarnya pada pembukaan FLS3N SLB Tingkat Jabar 2026.
Ia juga menitipkan kepada dewan juri agar dapat menyeleksi peserta terbaik secara objektif sehingga Jabar mampu kembali berprestasi di tingkat nasional.
Menurutnya, ajang FLS3N bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah untuk melihat kemampuan, keterampilan, dan bakat siswa SLB di berbagai bidang seni dan sastra.
“Seluruh peserta ini adalah anak-anak terbaik hasil seleksi sekolah maupun kabupaten/kota,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Jabar, Ai Nur Hasan menegaskan, pengembangan potensi peserta didik membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, panitia, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Ia menegaskan, pendidikan khusus tidak hanya berfokus pada capaian akademik maupun prestasi lomba, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian peserta didik agar siap hidup di tengah masyarakat.
“Kita berharap anak-anak lulusan SLB nantinya bisa mandiri dan mampu menjalani perjalanan hidupnya masing-masing dengan baik,” ungkapnya.
Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan upaya mewujudkan generasi Pancawaluya yang digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni generasi yang sehat, baik, benar, cerdas, dan terampil.
FLS3N SLB Tingkat Jabar 2026 mempertandingkan 17 cabang lomba, yakni bercerita, cipta baca puisi, pantomim, seni peran, gambar bercerita, mewarnai, cipta komik strip, desain grafis, fashion show, fotografi, melukis, menyanyi SDLB, tari, film pendek, menyanyi SMPLB, zmusabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta pencak silat.
Ajang tersebut melibatkan dewan juri dari kalangan akademisi, praktisi seni, hingga seniman profesional dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga. Di antaranya, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Nasional (Itenas), Asosiasi Profesi Seni dan Desain Indonesia (APSDI), hingga seniman profesional dan qari nasional.
Pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan masih dilakukan secara daring dengan kemungkinan kolaborasi daring dan luring pada pelaksanaan berikutnya menyesuaikan kondisi dan efisiensi anggaran. Meski demikian, diharapkan ke depan kegiatan dapat kembali digelar secara luring penuh agar potensi siswa dapat terlihat lebih optimal.
Sekdisdik optimis siswa SLB Jabar mampu memberikan hasil terbaik dan kembali membawa nama baik Jawa Barat di tingkat nasional. “Saya yakin kalian adalah yang terbaik dan akan menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (dja)