LKS Pendidikan Khusus Jabar 2026 Dorong Siswa SLB Mandiri dan Siap Kerja

BANDUNG, LOVEBANDUNG.com — Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat resmi membuka Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Pendidikan Khusus Tingkat Provinsi Jabar 2026 secara luring di Aula Ki Hajar Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026). Ajang ini digelar sebagai langkah nyata untuk membentuk peserta didik disabilitas agar mandiri, terampil, dan mampu berkontribusi langsung di tengah masyarakat.

“Anak-anak disabilitas tidak hanya dipersiapkan untuk lulus sekolah, tetapi juga agar mampu hidup mandiri, memiliki keterampilan, dan tetap eksis di tengah masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus Disdik Jabar, Ai Nurhasan.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus Layanan Khusus Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menegaskan bahwa SLB harus berkembang menjadi pusat budaya dan keterampilan, bukan sekadar lembaga pendidikan formal. Pendidikan di SLB diharapkan mampu mendorong peserta didik agar tidak menjadi penerima bantuan semata, melainkan individu yang fungsional bagi lingkungan sekitarnya.

“Setiap peserta didik harus memiliki minimal satu keterampilan yang nantinya bisa diimplementasikan di masyarakat,” katanya menekankan pentingnya aspek ekonomi bagi masa depan siswa.

Untuk mencapai target tersebut, Ai memaparkan ada empat aspek utama yang perlu diperkuat dalam pendidikan khusus, yakni kemandirian, ekonomi, sosial, dan teknologi.

Pada aspek kemandirian, sekolah didorong menghadirkan kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler agar siswa tidak bergantung pada keluarga, sementara dari sisi teknologi dan sosial, siswa dibimbing untuk mampu beradaptasi serta bekerja sama sesuai kapasitas masing-masing.

“Semoga anak-anak disabilitas kita bisa terus eksis di tengah masyarakat dan memiliki kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya,” harap Ai sekaligus memberikan motivasi agar para siswa bisa berprestasi hingga tingkat nasional.

Pelaksanaan LKS ini menjadi sarana penting untuk mengukur sejauh mana sekolah fokus dalam membangun karakter dan keterampilan praktis siswa.

Dalam penutupannya, Ai juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, kepala sekolah, guru pendamping, dan dewan juri yang terlibat. Adapun sejumlah mata lomba yang dipertandingkan meliputi membatik, tata busana, suvenir, kriya kayu, tata boga, merangkai bunga, tata kecantikan, teknologi informasi, dan pijat/akupresur. (dja)