HMI Cabang Bandung Gelar Demo Keliling Dago Suarakan 3 Tuntutan Krusial

Massa aksi memulai long march dari Monumen Perjuangan (Monju), melewati Cikapayang, Jalan Juanda (Dago), dan kembali ke Monju. Di sepanjang rute tersebut, para kader HMI secara bergantian menyampaikan orasi ilmiah untuk mengedukasi masyarakat yang melintas.

BANDUNG, LOVEBANDUNG.com : Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung menggelar aksi demonstrasi damai bertajuk Keliling untuk Pendidikan Politik dengan berjalan kaki di sejumlah titik strategis kawasan Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/6/2026). Aksi ini menyuarakan kritik tajam terhadap sejumlah kebijakan nasional yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan rakyat dan nilai-nilai demokrasi.

Massa aksi memulai long march dari Monumen Perjuangan (Monju), melewati Cikapayang, Jalan Juanda (Dago), dan kembali ke Monju. Di sepanjang rute tersebut, para kader HMI secara bergantian menyampaikan orasi ilmiah untuk mengedukasi masyarakat yang melintas.

Tiga Tuntutan

Dalam pernyataan sikapnya, HMI Cabang Bandung membawa tiga tuntutan krusial yang mendesak pemerintah untuk segera merespons:

1. Evaluasi Total Program MBG dan KDMP

Massa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). HMI menilai kedua program tersebut menyerap anggaran negara dalam jumlah besar, namun efektivitas, transparansi, kesiapan pelaksanaan, serta dampaknya di lapangan masih menyisakan tanda tanya besar. HMI menegaskan bahwa setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan secara tepat sasaran.

Love To

2. Desak Judicial Review UU Polri dan UU TNI

HMI menyoroti perluasan kewenangan aparat dalam UU Polri dan UU TNI yang baru. Mereka menuntut dilakukannya judicial review atau uji materiil demi menjaga supremasi sipil, koridor demokrasi, dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan wewenang atau abuse of power.

3. Revolusi Sistem Pendidikan Nasional

HMI mendesak perombakan total pada sistem pendidikan nasional. Masalah klasik seperti ketimpangan akses, kualitas sarana yang tidak merata, rendahnya kesejahteraan guru, serta tingginya biaya pendidikan dinilai masih menjerat bangsa. Pendidikan harus dikembalikan fungsinya sebagai hak dasar seluruh rakyat untuk mencetak generasi yang kritis dan berdaya saing.

“Pembangunan nasional harus berlandaskan transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan nyata kepada rakyat. Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!, ” teriak salah satu orator di tengah aksi.

Aksi berjalan dengan tertib dan ditutup dengan seruan semangat perjuangan mahasiswa. HMI Cabang Bandung juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap mengawal setiap kebijakan publik demi terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, dan sejahtera. (iks)