KUA Rancaekek Gelar Bimbingan Catin Konstruksi Membangun Keluarga Sakinah
LOVEBANDUNG.com, RANCAEKEK – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, menggelar kesiapan mental calon pengantin agenda Bimbingan Perkawinan diikuti puluhan pasangan calon pengantin (catin) sebagai syarat administrasi sebelum menjalani ikatan pernikahan.
“Membangun rumah tangga ibarat mendirikan sebuah bangunan fisik yang membutuhkan perencanaan matang. Dalam konteks keislaman, pasangan catin dituntut untuk memahami tiga elemen utama bangunan rumah tangga, yakni pondasi, pilar, hingga atapnya,” ungkap Penyuluh Agama KUA Rancaekek, H. Dadin Arif Maftuh, S.T.Hi., M.Pd., dihadapan calon pengantin pada Bimbingan Perkawinan mengusung tema “Konstruksi Membangun Keluarga Sakinah”, di Balai Nikah Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (1/7/2026).
Dalam materinya, Dadin menjelaskan ketiga elemen tersebut secara mendalam kepada para peserta. “Kita harus paham bersama, pondasi utama keluarga sakinah adalah iman dan taqwa kepada Allah SWT. Tanpa pondasi ini, seindah apa pun bangunannya, pasti akan ambruk diterpa badai kehidupan,” tegas Dadin di hadapan para catin.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pondasi yang kuat harus ditopang oleh pilar-pilar keharmonisan yang terwujud dalam komunikasi, saling pengertian, dan kebutuhan biologis, serta dikokohkan dengan atap berupa kasih sayang dan mawaddah warahmah.
“Pilar-pilar rumah tangga harus terus dijaga kekokohannya melalui komunikasi yang sehat dan saling menutupi aib. Sedangkan atap kasih sayangnya harus dirawat agar kehidupan di dalamnya selalu terasa teduh dan nyaman,” tambahnya memberikan wejangan.
Melalui pelaksanaan bimbingan perkawinan ini, diharapkan para calon pengantin di Kecamatan Rancaekek mampu menyongsong bahtera rumah tangga dengan persiapan yang matang, tidak hanya secara administratif, melainkan lebih dominan pada aspek spiritual dan psikologis.
Dengan bekal konstruksi keluarga sakinah yang telah dipahami, tingkat perceraian di kemudian hari dapat ditekan serendah mungkin, sehingga terwujudlah generasi muslim yang sehat, kuat, dan berkualitas sesuai dengan visi misi Kemenag RI. (buy)