Jabar Perkuat Ekosistem Wisata Ramah Muslim dengan Sistem Digital dan Terintegrasi

SWJ-MFT Award 2026 mencakup delapan kategori, mulai dari kategori kabupaten/kota, hotel, restoran, daya tarik wisata alam, budaya, buatan, desa wisata, hingga pusat perbelanjaan (mall).

LOVEBANDUNG.com, DEPOK – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award 2026 di Masjid At-Thohir, Depok, Kamis (9/7/2026). Ajang ini bertujuan mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menerapkan standardisasi wisata ramah Muslim guna memperkuat daya saing pariwisata daerah.

“Pariwisata hari ini tidak bisa dikelola dengan cara yang lama, tapi harus dibangun dengan data yang kuat, kebijakan yang tepat, kolaborasi yang luas dan pendekatan yang inklusif,” ujar Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, saat membuka acara tersebut.

Bersamaan dengan penghargaan tersebut, Pemprov Jabar juga meluncurkan portal data Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat. Integrasi antara SWJ-MFT Award dan portal data ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang terstandarisasi, terverifikasi, dan memiliki basis data akurat.

“Dengan data yang baik kita bisa mencanangkan dengan lebih tepat, mengendalikan program dengan lebih efektif, mengevaluasi capaian dengan lebih obyektif dan membuka luang investasi yang lebih meyakinkan,” jelas Wagub Erwan mengenai urgensi basis data dalam pembangunan pariwisata.

Adapun SWJ-MFT Award 2026 mencakup delapan kategori, mulai dari kategori kabupaten/kota, hotel, restoran, daya tarik wisata alam, budaya, buatan, desa wisata, hingga pusat perbelanjaan (mall). Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Iendra Sofyan, menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar apresiasi, melainkan bentuk pendampingan berkelanjutan.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, namun momentum untuk meningkatkan standarisasi melalui pendampingan dan workshop pelatihan intensif terkait hospitality,” ungkap Iendra Sofyan.

Langkah ini diambil mengingat 97 persen penduduk Jawa Barat beragama Islam, serta besarnya minat wisatawan mancanegara dari Malaysia, Singapura, dan Timur Tengah. Pemprov Jabar juga mulai fokus mengembangkan wisata religi, termasuk penetapan Masjid At-Thohir sebagai destinasi wisata religi serta penataan rest area di Km 88 agar memenuhi standar halal.

“Ini bisa menginspirasi daerah lain bagaimana destinasi yang baik khususnya bagi wisatawan muslim,” tutur Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Pahlevi, yang turut mengapresiasi inovasi tersebut.

Pemerintah Kota Depok turut menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah menciptakan destinasi yang lebih berkelas. Penguatan wisata ramah Muslim dinilai tidak akan membatasi mobilitas wisatawan, melainkan justru memberikan perlindungan dan kenyamanan ekstra.

“Pariwisata ramah Muslim bukan untuk batasi wisata tetapi memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Selain itu, menguatkan destinasi unggulan, indah dan aman, nyaman, inklusif dan berkelas dunia di Jabar,” tegas Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah. (rdj)