Pemkot Bandung Alokasikan Rp56 Miliar Anggaran BRT, Farhan Tahan Pembayaran Karena Hal Ini
Pemkot Bandung alokasikan Rp49-56 miliar untuk PSO BRT, tetapi pembayarannya ditahan Wali Kota Farhan hingga ada rekonsiliasi pembagian kontribusi daerah.
LOVEBANDUNG.com, BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mematangkan rencana pengembangan kawasan Pasar Baru dan Pecinan Lama menjadi destinasi kuliner berkelas dunia. Proyek pengembangan kawasan ini dipastikan menggunakan skema investasi 100 persen swasta (business-to-business), di mana Pemkot Bandung hanya berperan dalam penataan lingkungan dan penyusunan regulasi.
“Kalau itu memang konsepnya sudah masuk, tapi saya memang menunggu kepastian dari kesiapan para pelakunya dulu dan juga kerja sama dalam rangka pembangunan penyiapan lokasi. Semuanya dalam format kerja sama investasi antar-swasta. Pemerintah hanya mengatur regulasinya,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026) lalu.
Farhan menjelaskan, keterlibatan pemerintah daerah difokuskan pada penataan serta penertiban kawasan agar menjadi lingkungan yang nyaman, tertib, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Integrasi Pasar Baru dan Pecinan Lama ini dirancang sebagai daya tarik wisata baru yang merepresentasikan keunggulan Kota Bandung.
“Artinya kita kembali ke fungsi penataan dan penertiban. Investasi 100 persen swasta. Konsepnya sudah bagus. Nanti akan melibatkan area di Pasar Baru dan juga Pecinan Lama. Keren lah,” tutur Farhan.
Guna mendukung kawasan wisata kuliner ini, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat akan melakukan pembenahan infrastruktur jalan-jalan kecil di sekitarnya pada tahun 2027.
Pembenahan menyasar Jalan ABC, Suniaraja, Alkateri, hingga kawasan belakang Pasar Dulatip. Selain itu, kawasan kuliner malam akan mengusung prinsip kebersihan “datang bersih, pulang bersih”.
“Itu akan memberikan alasan untuk kita di tahun 2027 semua jalan-jalan kecil ABC, Suniaraja, Alkateri itu jalannya akan dirapikan lagi semuanya,” katanya.
Untuk mempermudah aksesibilitas wisatawan, Pemkot Bandung juga membuka peluang penyediaan layanan moda transportasi shuttle khusus dari Bandara Internasional Husein Sastranegara menuju Pasar Baru dan pusat aktivitas kota lainnya seperti Dago.
Saat ini Pemkot Bandung masih menunggu proposal penawaran dari pihak penyedia angkutan swasta.
“Belum ada, tapi usulannya sudah ada. Saya masih menunggu usulan dari beberapa pelaku angkutan swasta untuk menyediakan shuttle antara bandara dengan beberapa titik yang lain,” pungkas Farhan. (rdj)