Muhammad Naufal Zidan, Mahasiswa UI yang Tewas di Tangan Senior, Pernah Bikin Heboh Keterima Kuliah Tanpa Tes
LOVEBANDUNG.com : Peristiwa pembunuhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Naufal Zidan (MNZ) oleh Altafasalya Ardnika Basya (AAB), seniornya sendiri pada Rabu (2/8) lalu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Selain itu perasaan duka cita juga turut dirasakan teman-temannya. Mereka membanjiri kolom komentar pada akun instagramnya milik almarhum.
Sejumlah kolega Zidan, mengucapkan bela sungkawa karena kehilangan korban. Di mata teman-temannya, ternyata mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, jurusan Sastra Rusia angkatan 2022 ini dikenal sebagai sosok anak yang baik dan berprestasi.
Menurut Regina, salah satu teman angkatan Zidan semasa SMA dulu, almarhum menjadi satu-satunya siswa yang keterima UI melalui jalur SNMPTN.
“Dulu sempat bikin heboh satu SMA karena keterima UI jalur SNMPTN,” ucapnya saat dihubungi JawaPos.com melalui DM Instagram, Minggu (5/8).
Menurutnya, hal itu karena di SMA tempat menimba ilmu belum ada yang pernah tercatat keterima berkuliah di UI. Terlebih jika melalui jalur prestasi seperti SNMPTN, yakni seleksi nasional berbasis rapot.
Lebih lanjut, Regina mengatakan jika selama SMA dulu, Zidan merupakan siswa kelompok belajar cepat.
“Jadi dia lulus 1 tahun lebih cepat, bisa dibilang akselerasi gitu dan jumlah akselerasi di sekolah saat itu sekitar 30 orang termasuk Zidan,” tukasnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, alumni dari SMA Negeri 1 Probolinggo, Jawa Timur ini pun dapat diterima dengan mudah di kampus UI, yang notabene menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Indonesia.
“Dulu Zidan jurusan IPS, kebanyakan teman-teman di IPS banyak yang tertarik pada bahasa asing, sepertinya lingkungan yang seperti itu juga memengaruhi Zidan untuk mendalami bahasa asing (Rusia),” ungkap Regina.
Pantauan JawaPos.com pada unggahan instagram Zidan, dia sering menunjukkan kemampuan berbahasa asingnya, yaitu Rusia dengan fasih.
Selain bahasa Rusia, Zidan juga fasih dalam berbahasa Inggris. Keahliannya dalam menguasai bahasa internasional ini, terlihat sejak Zidan duduk di bangku TK hingga SMP di Probolinggo. (jp)