BPS Jabar – Unisba Launching Desa Cantik Wantilan di Subang
Kurang lebih 6000 desa di Jawa Barat, hanya 51 desa yang mendapatkan pembinaan program Desa Cantik.
LOVEBANDUNG com : Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Wakil Bupati Subang, Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, beserta Wakil Rektor IV Universitas Islam Bandung, bersama-sama me-launching Desa Cantik (Cinta Statistik) Wantilan, digelar di Sawala Ageung Fave Hotel Subang, Kamis 31 Maret 2022, dihadiri perwakilan dinas/instansi/OPD di lingkungan Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Subang, serta Perguruan Tinggi, Jumat 1 April 2022.
Program Desa Cantik ini adalah program inovasi dari BPS untuk melakukan pembinaan statistik sektoral yang ditujukan untuk desa/kelurahan se-Indonesia. Program yang sudah dimulai sejak tahun 2021 ini dilakukan dalam rangka penguatan Sistem Statistik Nasional (SSN) yang merupakan misi dari BPS.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Edy Mahmud, mengatakan tahun 2021 desa yang mendapatkan pembinaan Desa Cantik baru mencakup beberapa saja karena keterbatasan kemampuan BPS. “Ada kurang lebih 6.000 desa di Jawa Barat, namun hanya 51 desa saja yang mendapatkan pembinaan program Desa Cantik,” ungkap Edy.
Menurut Edy, program Desa Cantik dilanjutkan tahun 2022. Setiap instansi BPS di level Kabupaten/Kota diminta untuk melaksanaan pembinaan minimal satu desa di wilayahnya. Guna memperluas cakupan pembinaan, instansi BPS di level Kabupaten/Kota didorong untuk melaksanakan kolaborasi dengan berbagai stakeholder yang mempunyai interest terhadap statistik.
“Perguruan tinggi adalah salah satunya. Data BPS menunjukkan bahwa selain pemerintah, pengguna terbesar data statistik berasal dari perguruan tinggi, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa,” terang Edy.
Ditempat yang sama, BPS Provinsi Jawa Barat menjalin kolaborasi dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk menjalankan program Desa Cantik dengan lokus Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang.
Wakil Bupati Subang, Agus Masykur, menekankan pentingnya pemanfaatan data statistik yang berkualitas dalam proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan. “Semakin bagus data statistik yang dihasilkan, maka proses perencanaan akan berjalan sesuai dengan kondisi lapangan, proses monitoring akan tepat dan akurat, serta proses evaluasi pembangunan akan tepat sasaran,” kata Agus.
Sedangkan Wakil Rektor IV Unisba, Ratna Januarita, mendukung program Desa Cantik.
“Program yang digulirkan oleh BPS ini sejalan dengan yang digariskan dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu menjalankan tugas berupa pengabdian terhadap masyarakat,” kata Ratna.(lvb)