LOVEBANDUNG.com | Oleh: I Gede Duta Arya Pratama
Bagai pohon tua di taman yang sunyi,
Yang meranggas dalam kesepian tanpa arti.
Tak pernah dianggap, tak pernah dihargai,
Mungkin terabaikan, dianggap tak berguna lagi.
Daun-daun luruh dari ranting-rantingnya,
Bagai mimpi-mimpi yang mulai pudar warnanya.
Mewakili kenangan yang ingin kulupakan,
Menghapus jejak asmara yang pernah kurasakan.
Akar-akar mulai melemah, tak lagi kokoh,
Tak mampu menggenggam tanah yang gersang nan rapuh.
Bagai langkah awal melepas asmara ini,
Ku mulai terhuyung, kehilangan arah pasti.
Tubuhku miring, menghadap bayangmu yang meredup,
Berpaling saat hadirku tak lagi kau hiraukan.
Hingga ku tak mampu tuk berdiri lagi,
dihempaskan oleh dahsyat nya angin kenyataan.
Ku merebah, tersesat dalam linglung tanpa makna
Di bawah langit senja yang kelabu dan sunyi,
Kubiarkan angin membisikkan lagu-lagu sunyi.
Mengiringi perpisahan yang perlahan menghampiri,
Aku tenggelam dalam sepi, di bawah langit yang tak berseri.