Viral Pemukulan Dokter Koas UNSRI Gegara Jadwal Piket Bentrok Libur Nataru
LOVEBANDUNG.com : Muhammad Lutfi, Chief Dokter Koas Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI), di RS Siti Fatimah, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mengalami luka-luka setelah dipukuli seorang pria berkaus merah dalam video viral.
Aksi penganiayaan itu bermula ketika dokter koas Luthfi diminta untuk bertemu dengan orang tua Lady Aurellia Pramesti, salah satu dokter coass muda yang merasa tidak puas dengan jadwal piket alias jaga, di toko kue tidak jauh dari rumah sakit, Rabu (11/12/2024).
Kejadian ini berawal dari seorang dokter koas bernama Lady, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang merasa selalu tidak adil perkara jadwal jaga akhir tahun.
Pemukulan yang dilakukan anggota keluarga koas muda itu, disebut karena tidak terima dengan jadwal piket harian yang diatur oleh koas senior yang bertugas di RS Siti Fatimah Palembang.
Dalam video yang beredar, tampak pria memakai baju berwarna merah adu mulut lalu memukuli dokter muda walau berusaha dilerai oleh orang-orang di sekelilingnya.
Diketahui, korban, Muhammad Luthfi, telah melaporkan kejadian penganiayaan tersebut ke Polda Sumsel.
Respon UNSRI
Video viral itu membuat pihak Universitas Sriwijaya (UNSRI) menyatakan keprihatinannya atas kasus penganiayaan yang menimpa dokter koas Muhammad Luthfi.
UNSRI telah membentuk tim investigasi internal yang bertugas mengumpulkan informasi, mengidentifikasi permasalahan, serta mendalami fakta-fakta terkait kejadian tersebut.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI) Syarif Husein merespons insiden pemukulan terhadap dokter koas yang viral di media sosial. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Rektor untuk diproses sebagaimana mestinya.
“Kami FK Unsri prihatin dengan insiden yang menimpa salah satu peserta didik kami, yang sedang menjalankan program profesinya di Rumah Sakit Siti Fatimah,” ujarnya, Jumat (13/12/2024).
Dia mengakui pria yang terlibat keributan merupakan salah satu peserta didik FK Unsri dalam program profesi dokter. Keributan ini terjadi di toko kue, Jalan Demang Lebar Daun, Kota Palembang diduga karena persoalan jadwal jaga akhir tahun.
“Kami menyayangkan terjadinya insiden ini. Setelah kami menerima laporan, kami sudah mendapat informasi kronologi yang sebenarnya dari saksi mahasiswa kami,” katanya.
Menurutnya, FK Unsri langsung merespons dengan melapor dan menulis surat ke Rektor terkait kejadian ini.
“Kami meminta Rektor untuk memproses insiden ini sebagaimana mestinya,” ucapnya.
Akibat keributan ini, dokter koas yang dipukuli dan diketahui bernama Luthfi kini mendapat perawatan medis di RS Bhayangkara Palembang. Dia mengalami luka di bagian gigi dan wajah.
Sementara dalam informasi yang viral di medsos, pemukulan dokter muda ini dipicu jadwal jaga akhir tahun. Berawal saat dokter koas berinisial LAP merasa selalu tidak adil terkait jadwal jaga yang sedang bertugas di RS Siti Fatimah Palembang.
Selanjutnya Luthfi diminta bertemu orang tua dari LAP. Saat itu Luthfi ditemani dua rekan sesama dokter muda ke lokasi kejadian.
Momen pertemuan Luthfi dan dua rekan dokter koas satu timnya awalnya berjalan lancar. Namun terjadi keributan berujung dengan pemukulan seperti video viral.
Viral
Sementara, Wahyu Hidayat orang tua Muhammad Lutfi, menyampaikan terima kasih kepada media yang sangat perhatian mengawal kasus penganiayaan yang menimpa anaknya.
“Kami merasa kecewa dengan peristiwa ini dan keadilan harus ditegakkan, kami sudah melaporkan kejadian ini pada kepolisian dan berharap pelaku dapat diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia,” kata Wahyu Hidayat kepada wartawan ditemui di RS Bhayangkara M Hasan Palembang Jumat (13/12/2024).
Terkait dengan pemeriksaan pelaku di Polda Sumsel, Wahyu menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan tentunya dengan pengawalan.
“Biarkan saja hukum berproses sebagaimana mestinya,” katanya.
Untuk kondisi Lutfi saat ini, Wahyu menyebut sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang dan harus beristirahat di rumah. Hanya saja Lutfi masih sok kejadian yang dialaminya.
Disinggung apakah sudah ada dari pihak terlapor yang menemuinya, Wahyu menegaskan hingga saat ini belum ada menemuinya dan belum bersedia untuk ditemui.
Diketahui seorang dokter muda yang bertugas di rumah sakit Siti Fatimah Palembang babak belur setelah dianiaya oleh seorang pria berbaju merah yang diduga suruhan orang tua junior korban di salah satu Cafe di Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Rabu (11/12/2024).
Aksi pemukulan tersebut viral di sosial media, dalam video yang berdurasi 12 Detik tersebut korban yang masih mengenakan seragam dokter coass dipukuli seorang pria berbaju merah.
Pemicu pemukulan diduga tak terima anaknya mendapatkan tugas piket di hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Di mana, sosok Lady Aurellia Pramesti, wanita yang tengah disorot dan diduga terseret dalam kasus penganiayaan dokter coass di Palembang, Sumatera Selatan.
Lady Aurellia Pramesti (LAP) adalah mahasiswi di Universitas Sriwijaya (UNSRI).
LAP terdaftar sebagai Tim Bantuan Medis Sriwijaya (TBM Sriwijaya) Fakultas Kedokteran (FK) Unsri, periode 2021 hingga 2022.
TBM Sriwijaya merupakan suatu Badan Otonom yang berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK UNSRI. (*/lvb)