Tekan Hipertensi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsil Luncurkan Program Toro Menari

LOVEBANDUNG.com : Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) meluncurkan gagasan program kesehatan Kontrol Hipertensi Dengan Mentimun dan Seledri (Toro Menari) pada Praktik Belajar Lapangan (PBL) menggagas program kesehatan Kontrol Hipertensi Dengan Mentimun dan Seledri (Toro Menari), di Kantor Lembaga Desa di Dusun Cigadung Desa Karyamukti, Kota Banjar, pada Kamis 23 Januari 2025.

Program Troli Menari ini berupaya untuk memberikan solusi alami bagi masyarakat dalam mengontrol hipertensi dengan cara yang mudah dan berkelanjutan.

Masyarakat diberikan pemahaman tentang bagaimana pola makan yang baik dan manfaat mentimun dan seledri dalam mengendalikan tekanan darah.

Adapun produk yang diperkenalkan oleh kelompok Aquilavigor kepada masyarakat Dusun Cigadung adalah minuman sari mentimun dan jus seledri yang dapat mengontrol angka hipertensi.

Untuk menunjang keberlanjutan program tersebut, masyarakat didorong agar menanam mentimun dan seledri di rumah masing-masing.

Strategi pelaksanaannya mencakup distribusi bibit mentimun dan seledri ke rumah-rumah, sehingga setiap keluarga bisa menanamnya dan memanfaatkan hasilnya untuk menjaga kesehatan secara mandiri.

Program ini memberi manfaat selain mengontrol hipertensi secara alami, masyarakat juga dapat menikmati manfaat jangka panjang dengan menanam tanaman yang sehat di rumah serta menciptakan gaya hidup yang lebih sehat.

Dosen Pembimbing Lapangan, Andy Muharry menjelaskan melalui kegiatan PBL ini mahasiswa menghasilkan sebuah program yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam mengontrol dan mengendalikan hipertensi yang ada di Dusun Cigadung.

“Melalui program ini, mahasiswa berusaha memperkenalkan inovasi minuman yang dapat dijadikan sebagai alternatif alami untuk mengendalikan angka hipertensi, dengan bahan-bahan yang sudah familiar di masyarakat,” ungkap Andy.

“Hipertensi memang tidak bisa disembuhkan total tapi bisa kita cegah dan dikendalikan atau dikontrol jika memang sudah terjadi, salah satu caranya dengan menjaga pola konsumsi yang sehat, membatasi penggunaan natrium dan tetap melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga,” imbuhnya.

Kepala Desa Karyamukti, Fikri Aditya mengapresiasi kegiatan PBL ini. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini masalah kesehatan di wilayahnya bisa lebih teratasi.

“Terima kasih kepada mahasiswa Unsil yang telah melakukan praktek belajar lapangan di desa kami. Saya tidak menyangka hipertensi dan darah tinggi menjadi masalah utama di sini. Semoga kegiatan ini bisa membantu mengurangi masalah tersebut,” ungkap Fikri.

Peluncuran program ini juga bekerja sama dengan pihak Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Kegiatan launching ditutup dengan senam hipertensi dan penandatanganan komitmen yang ditandatangani oleh Kepala Desa Karyamukti.  (lvb)