LOVEBANDUNG.COM | Sebanyak 6.840 siswa jenjang SD dan SMP di wilayah Jawa Barat dijadwalkan mengikuti pemetaan kompetensi matematika pada Februari 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mendiagnosis penguasaan literasi numerasi siswa.
“Sehingga, nanti kita bisa memiliki peta kompetensi matematika siswa SD dan SMP, policy brief untuk perbaikan kurikulum dan pembelajaran serta menciptakan model pemetaan berbasis digital yang dapat direplikasi secara nasional,” ujar Guru Besar FMIPA sekaligus Ketua Senat Akademik ITB, Edy Tri Baskoro, dikutip dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini akan difokuskan pada wilayah Cekungan Bandung, yang mencakup Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Berbeda dengan tes akademik biasa, pemetaan ini menggunakan metode pengambilan sampel layaknya standar internasional guna memberikan gambaran objektif mengenai kualitas pendidikan di daerah tersebut.
“Pemetaan ini bukan sensus, berbeda dengan TKA (Tes Kompetensi Akademik), tetapi semacam PISA (Programme for International Student Assessment). Yaitu, program yang dilakukan berdasarkan sampel dari jumlah populasi,” terang Edy menjelaskan sistem teknis penilaiannya.
Terdapat lima pilar utama yang akan diuji dalam pemetaan ini, meliputi pemahaman konsep, kefasihan prosedur, penalaran logis, kemampuan pemecahan masalah, serta komunikasi matematika. Hasil dari pemetaan ini nantinya akan menjadi dasar kebijakan (policy brief) bagi pemerintah daerah untuk melakukan intervensi pada kurikulum dan pola pembelajaran di sekolah.
“Mudah-mudahan kita bisa berkolaborasi agar ini berjalan sistematis. Sehingga, kita mendapatkan gambaran, solusi, dan dapat berkontribusi bersama untuk kemajuan dunia pendidikan di Jabar,” ungkap Kepala Bidang PKPLK Disdik Jabar, Ai Nurhasan.
Secara teknis, pelaksanaan pemetaan untuk tingkat SMP sederajat akan berlangsung pada 3–4 Februari 2026. Sementara itu, untuk tingkat SD sederajat dijadwalkan pada pekan berikutnya, yakni tanggal 10–11 Februari 2026.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi stimulan untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Jawa Barat. (dja)