Cetak Calon Chef Profesional, 206 Siswa SMKN 9 Bandung Ikuti Uji Kompetensi Kuliner

Menu-menu seperti sandwich, shrimp cocktail, scotch egg dengan mixed vegetable dan mashed potato, hingga chicken cream soup menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan dengan standar kualitas restoran.

LOVEBANDUNG.com : Sebanyak 206 siswa kelas XII kompetensi keahlian kuliner SMKN 9 Bandung menjalani Uji Kompetensi Keahlian (UKK), para siswa diberikan kebebasan untuk memilih satu dari dua skema spesialisasi, yakni commis chef atau commis pastry, guna memastikan mereka siap terjun ke industri profesional.

“Pemilihan skema ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kompetensi sesuai minat dan keahlian masing-masing agar mereka lebih fokus pada bidang yang mereka kuasai,” kata Kepala Program Studi Kuliner SMKN 9 Bandung, Vianny Agustina Citrasari, mengenai tujuan pembagian konsentrasi ujian tersebut, Selasa (14/4/2026).

Pada skema commis chef, para siswa diuji kemampuannya dalam mengolah berbagai hidangan kontinental yang kompleks.

Menu-menu seperti sandwich, shrimp cocktail, scotch egg dengan mixed vegetable dan mashed potato, hingga chicken cream soup menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan dengan standar kualitas restoran.

“Melalui skema commis chef, siswa dituntut untuk presisi dalam teknik memasak hidangan kontinental yang menjadi standar dasar di dapur profesional internasional,” jelas salah seorang instruktur pendamping siswa di sela-sela ujian.

Sementara itu, bagi siswa yang memilih skema commis pastry, fokus ujian terletak pada ketelitian dalam mengolah adonan.

Para peserta mengerjakan berbagai variasi olahan, mulai dari adonan beragi, pengolahan cokelat, hingga pembuatan hidangan penutup (dessert) dan kue-kue kecil cantik atau petit four.

“Sedangkan pada commis pastry, ketelitian dalam menyeimbangkan rasa dan estetika menjadi poin krusial yang harus ditunjukkan oleh para siswa di hadapan penguji,” ungkap salah satu penguji eksternal.

Meski secara keseluruhan kemampuan siswa dinilai sudah mumpuni untuk memenuhi kebutuhan industri, pihak sekolah menegaskan bahwa proses belajar tidak berhenti sampai di sini. Evaluasi menyeluruh tetap akan dilaksanakan untuk memastikan standar lulusan terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Sebagai pendidik, tentu kami tidak bisa cepat puas. Kami akan terus melakukan evaluasi agar pada ujian tahun depan, angkatan berikutnya dapat meningkat dan memiliki kompetensi yang lebih baik dari sebelumnya,” pungkas Vianny Agustina Citrasari. (rdj)