Tak Lagi Menumpang, Siswa SMAN 3 Jonggol Kini Miliki Gedung Sekolah Sendiri

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp112,5 miliar untuk membangun total 24 Unit Sekolah Baru di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat sepanjang tahun anggaran ini.

LOVEBANDUNG.com : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meresmikan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 3 Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (16/4/2026). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas akses pendidikan secara merata dan menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat bagi masyarakat di pelosok daerah.

“Di era sekarang terjadi lonjakan pembangunan di bidang pendidikan, bukan jalan saja. Pembangunan tersebut didukung oleh pendapatan daerah, seperti pajak kendaraan bermotor serta hasil efisiensi belanja pemerintah,” ujar Dedi Mulyadi.

Pembangunan SMAN 3 Jonggol ini menjadi salah satu dari target besar Pemprov Jabar di tahun 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp112,5 miliar untuk membangun total 24 Unit Sekolah Baru di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat sepanjang tahun anggaran ini.

“Alhamdulillah, sekarang punya ruang kelas sendiri. Sebelumnya kami belajar tidak di gedung sekolah sendiri. Sekarang jauh lebih nyaman jadi makin fokus untuk belajar,” ungkap Daffa, salah satu siswa SMAN 3 Jonggol.

Kehadiran gedung baru ini memberikan dampak langsung bagi kenyamanan siswa yang selama ini harus menumpang di fasilitas sekolah lain.

Selain meresmikan gedung, Gubernur Dedi Mulyadi juga menyempatkan diri masuk ke ruang kelas untuk mengajar fisika terapan dan berdialog langsung dengan para siswa mengenai pentingnya pengamalan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

“Dulu banyak teman yang harus menempuh jarak jauh karena menumpang di SMAN 1 Jonggol. Sekarang sekolah lebih dekat, bahkan bisa jalan kaki dari rumah,” kata Raden, siswa lainnya yang merasakan manfaat pembangunan tersebut.

Upaya perluasan akses ini diharapkan dapat terus bergerak guna menciptakan lebih banyak ruang belajar bagi generasi muda Jawa Barat.

Pembangunan infrastruktur pendidikan yang masif ini bukan sekadar mengejar target fisik, melainkan awal dari langkah besar pemerintah dalam menghadirkan keadilan pendidikan yang merata di seluruh wilayah Jabar. (nee)