Tragedi Sungai Cisanggarung Cirebon: Dua Remaja Ditemukan Meninggal Dunia Usai 3 Hari Pencarian
Kejadian memilukan ini bermula saat empat orang remaja terseret arus sungai di Desa Waled Desa. Dari total empat korban, dua remaja bernama Rendi (14) dan David (15) dinyatakan selamat, sementara dua lainnya, Adit (15) dan Dani Hakim (15), ditemukan dalam keadaan tutup usia.
LOVEBANDUNG.com : Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap dua remaja yang terseret arus di Sungai Cisanggarung, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, resmi ditutup pada hari ketiga, Jumat (24/4/2026). Penutupan ini dilakukan setelah tim gabungan berhasil mengevakuasi korban terakhir dalam kondisi meninggal dunia.
“Dengan ditemukannya korban terakhir hari ini, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Korban terakhir ditemukan oleh warga pada pukul 05.50 WIB di koordinat 6°55’13.85″S 108°44’4.10″E, atau sekitar 5 kilometer dari titik awal kejadian. Tim SAR Gabungan segera mengevakuasi jasad korban pada pukul 06.20 WIB untuk kemudian dibawa ke RSUD Waled guna proses lebih lanjut.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bahu-membahu dalam proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” tambah Ade Dian.
Kejadian memilukan ini bermula saat empat orang remaja terseret arus sungai di Desa Waled Desa. Dari total empat korban, dua remaja bernama Rendi (14) dan David (15) dinyatakan selamat, sementara dua lainnya, Adit (15) dan Dani Hakim (15), ditemukan dalam keadaan tutup usia setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari.
“Seluruh korban kini telah teridentifikasi dan ditemukan, sehingga tidak ada lagi daftar korban dalam pencarian di lokasi tersebut,” ungkap Ade.
Operasi besar ini melibatkan sedikitnya 37 personel gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Pos SAR Cirebon, TNI AL, Polri, hingga relawan dan aparat desa setempat. Tim didukung oleh peralatan lengkap seperti *rescue car*, alat selam, serta peralatan SAR air untuk menyisir sungai di tengah cuaca cerah bersuhu 23°C.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama jika debit air meningkat dan arus mulai deras demi menghindari kejadian serupa,” tutup Ade Dian Permana. (buy)