Tren Nikah di KUA, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Siapkan Masa Depan

Banyak pasangan memilih melangsungkan akad di KUA untuk meminimalisasi pengeluaran, sehingga alokasi dana dapat dialihkan untuk tabungan masa depan, modal usaha, atau membeli rumah.

LOVEBANDUNG.com, BANDUNG : Tren melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) kini semakin digandrungi pasangan muda di Kota Bandung sebagai pilihan yang rasional, praktis, dan kekinian. Berdasarkan data KUA Kecamatan Sumur, Bandung, dari 112 pernikahan yang tercatat sejak Januari hingga awal Agustus 2026, sebanyak 22 pasangan memilih menikah langsung di kantor KUA.

“Sekarang banyak pasangan yang baru pertama kali menikah justru memilih akad di kantor KUA. Bahkan ada Aparatur Sipil Negara hingga lulusan perguruan tinggi luar negeri yang memilih menikah di sini. Artinya, respons masyarakat terhadap pernikahan di kantor semakin baik,” ujar Kepala KUA Kecamatan Sumur Bandung, Wawan Kurniawan.

Fenomena ini menandai pergeseran cara pandang generasi muda yang tidak lagi mengukur esensi pernikahan dari kemewahan pesta.

Banyak pasangan memilih melangsungkan akad di KUA untuk meminimalisasi pengeluaran, sehingga alokasi dana dapat dialihkan untuk tabungan masa depan, modal usaha, atau membeli rumah.

“Daripada menghabiskan biaya besar untuk pesta, lebih baik uangnya disimpan untuk membangun kehidupan setelah menikah. Ternyata fasilitasnya juga lengkap, ada MC, susunan acara, hingga pengajian. Jadi semuanya sudah tertata dan kami tidak perlu repot,” kata Deni, salah seorang pengantin yang melangsungkan pernikahan di KUA Sumur Bandung, Kamis 6 Agustus 2026.

Proses pendaftaran nikah saat ini juga makin mudah karena telah terintegrasi secara digital melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH).

Calon pengantin cukup melakukan pendaftaran secara daring, melengkapi dokumen administrasi seperti pemeriksaan kesehatan di puskesmas dan surat pengantar kelurahan, lalu datang ke kantor KUA untuk verifikasi berkas.

“Lebih hemat dan sekarang justru terasa kekinian. Daripada menghabiskan biaya besar untuk pesta, lebih baik uangnya ditabung untuk membeli rumah atau mempersiapkan masa depan keluarga,” puji Pipit, salah satu perwakilan keluarga mempelai.

Selain memberikan pelayanan administrasi yang cepat, KUA terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui para penyuluh agama. Peningkatan jenjang pendidikan dan karier juga dinilai membuat kesiapan pasangan muda dalam melangkah ke jenjang pernikahan menjadi jauh lebih matang secara finansial maupun mental.

“Ketika memang sudah siap menikah, jangan menunggu benar-benar merasa mampu atau cukup. Yang terpenting adalah kesiapan untuk membangun rumah tangga bersama, insyaallah rezeki akan dicukupkan,” tutup Wawan. (dja)