May Day 2026: Menjadikan Jawa Barat Rumah Buruh Manusiawi
Tidak boleh ada buruh yang terabaikan hak kesehatannya atau perlindungan hukumnya saat menghadapi dinamika industrial.
LOVEBANDUNG.com : Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tanggal 1 Mei 2026 ini bukan sekadar seremoni kalender. Bagi Jawa Barat, momentum ini adalah refleksi mendalam tentang bagaimana kita memperlakukan tulang punggung ekonomi kita.
Sebagai provinsi dengan konsentrasi industri terbesar di tanah air, tantangan kita adalah memastikan bahwa kemajuan ekonomi tidak meninggalkan kesejahteraan manusia di dalamnya.
Realitas di Balik Angka
Jawa Barat hari ini berdiri di atas pundak 26,29 juta angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, jutaan orang menggantungkan hidupnya di sektor manufaktur dan industri pengolahan. Angka ini secara tegas memposisikan Jawa Barat sebagai barometer ketenagakerjaan nasional.
Namun, data juga berbicara mengenai tantangan yang nyata. Pada kuartal pertama tahun 2026, Jawa Barat mencatatkan angka PHK yang cukup signifikan, yakni 1.721 orang. Angka tertinggi secara nasional ini adalah peringatan bagi kita semua bahwa stabilitas lapangan kerja di tanah
Pasundan harus diperjuangkan lebih keras. Kita ingin Jawa Barat tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah, tetapi menjadi “rumah” yang mampu memberikan rasa aman dan martabat bagi setiap buruhnya.
Asta Cita: Menuju Buruh Sejahtera
Komitmen kami di DPRD Provinsi Jawa Barat sejalan dengan visi Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Kita tidak ingin buruh hanya dipandang sebagai faktor produksi, melainkan sebagai aset bangsa yang harus dimanusiakan.
Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus kami dalam mengawal kesejahteraan buruh:
Transformasi SDM (Asta Cita 4): Menghadapi digitalisasi industri, buruh Jawa Barat tidak boleh tertinggal. Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi kunci agar pekerja kita memiliki skill tinggi yang diimbangi dengan upah yang layak.
Perlindungan Sosial yang Tangguh: Sejalan dengan semangat Presiden Prabowo, negara harus hadir memberikan jaring pengaman sosial yang kuat. Tidak boleh ada buruh yang terabaikan hak kesehatannya atau perlindungan hukumnya saat menghadapi dinamika industrial.
Investasi yang Berkeadilan: Kita menyambut investasi, namun kita mendorong investasi yang datang dengan membawa komitmen kesejahteraan. Industri harus tumbuh, tapi pertumbuhan itu harus dirasakan langsung di atas meja makan keluarga buruh.
Membangun Hubungan Harmonis
Menjadikan Jawa Barat sebagai “Rumah Buruh Manusiawi” memerlukan dialog yang jujur. Sebagai wakil rakyat, saya terus mendorong terjalinnya hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.
Kunci keberlanjutan ekonomi kita adalah keseimbangan: perusahaan yang sehat dan buruh yang sejahtera.
Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026. Mari kita satukan langkah untuk menjadikan Jawa Barat sebagai teladan nasional dalam memuliakan pekerja. Karena hanya dengan buruh yang sejahtera, Indonesia Maju yang kita cita-citakan dalam Asta Cita dapat benar-benar terwujud.
Buruh Sejahtera, Jawa Barat Juara, Indonesia Berdaya!
Penulis: H. Syahrir, SE, M.I.Pol.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat / Fraksi Partai Gerindra.