Ketua LAZIS ICMI: Sinergi ICMI-KAHMI Jangan Cuma Jadi Tempat Nostalgia!

"Sinergi KAHMI - ICMI diharapkan tidak berhenti pada kedekatan emosional sebagai sesama alumni, tetapi berkembang menjadi kekuatan intelektual, sosial, dan strategis yang mampu melahirkan kontribusi nyata bagi umat, daerah, dan Indonesia."

LOVEBANDUNG.com : Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (LAZIS ICMI) resmi menggandeng Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) demi memperkuat sinergi strategis. Langkah ini diambil untuk membangun kolaborasi konkret dan mempererat silaturahmi antar-alumni HMI yang kini berkiprah, baik di struktur KAHMI maupun yang mengemban amanah di ICMI.

“Kita memahami bersama bahwa sebagian besar pengurus dan anggota ICMI adalah Alumni HMI, bahkan diperkirakan mencapai sekitar 95–99%. Kondisi ini menunjukkan adanya ikatan historis, nilai perjuangan, dan kesamaan visi keumatan dan kebangsaan yang sangat kuat antara KAHMI – ICMI,” ujar Ketua LAZIS ICMI Pusat, Muzakkir Muannas Tovago, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2026).

Muzakkir menjelaskan bahwa pembentukan wadah bersama ICMI-KAHMI seperti group WhatsApp ICMI KAHMI BPC Indramayu, Jawa Barat, ini tidak boleh terjebak sekadar menjadi tempat bernostalgia.

Forum ini dirancang sebagai jembatan strategis untuk menginisiasi “Linkage Program” (Program Kemitraan atau Program Penyelarasan/Hubungan), yang mampu menyatukan gagasan, sumber daya, serta jaringan demi melahirkan program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Akselerasi Ekonomi Pangan dan Kawal Kebijakan

Lebih lanjut, Muzakkir menegaskan pentingnya peran aktif kedua lembaga dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mengawal jalannya roda pemerintahan.

“KAHMI – ICMI harus bergerak mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui pertanian dan semua sektor pangan. Mari mengambil peran dan membantu Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membangun Indonesia. Kita kritik yang keliru, kita dukung dan membantu menyempurnakan program yang baik dan strategis,” tegas Muzakkir.

Melalui penguatan hubungan bilateral ini, kedua organisasi berkomitmen untuk mengawal lima sektor krusial, antara lain:

• Penguatan SDM dan kaderisasi intelektual.

• Pemberdayaan ekonomi umat berbasis kewirausahaan.

• Penguatan riset dan pendidikan tinggi.

• Advokasi kebijakan publik yang pro-daerah.

• Gerakan sosial-keumatan yang responsif terhadap problem masyarakat.

“Sinergi KAHMI – ICMI diharapkan tidak berhenti pada kedekatan emosional sebagai sesama alumni, tetapi berkembang menjadi kekuatan intelektual, sosial, dan strategis yang mampu melahirkan kontribusi nyata bagi umat, daerah, dan Indonesia. Semoga forum ini menjadi ruang bertemunya gagasan dan lahirnya kerja besar,” pungkasnya. (dja)