Cetak Lulusan Siap Kerja Kemnaker Gandeng UTB UNPAS dan UNLA
Nantinya, para lulusan perguruan tinggi akan mendapatkan akses yang lebih luas terhadap program pelatihan, sertifikasi, magang, serta penempatan kerja.
BANDUNG, LOVEBANDUNG.com : Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kerja sama strategis dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yaitu Universitas Teknologi Bandung, Universitas Pasundan, dan Universitas Langlangbuana. Kolaborasi ini berfokus pada bidang pengembangan sumber daya manusia, riset, serta pengabdian kepada masyarakat demi memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional.
“Kesepahaman Bersama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi kelembagaan dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan nasional. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghasilkan SDM unggul yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi saat penandatanganan Kesepahaman Bersama para rektor dari ketiga universitas di Bandung, Jawa Barat, Senin (8/6/2026).
Cris Kuntadi mengatakan langkah ini diambil untuk memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, mengingat perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat inovasi dan riset.
Melalui sinergi ini, Kemnaker yang memegang mandat untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten dan memperluas kesempatan kerja berharap dapat memicu program konkret untuk meningkatkan kualitas lulusan lewat pengembangan hard skills maupun soft skills.
“Saya berharap penandatanganan hari ini tak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi titik awal dari implementasi program-program kolaboratif yang nyata, terukur, dan berkelanjutan,” tegas Cris Kuntadi.
Nantinya, para lulusan perguruan tinggi akan mendapatkan akses yang lebih luas terhadap program pelatihan, sertifikasi, magang, serta penempatan kerja. Manfaat kolaborasi ini juga bersifat timbal balik, di mana Kemnaker dapat memperkuat penyusunan kebijakan berbasis riset, sementara pihak kampus dapat meningkatkan daya saing lulusan mereka di pasar kerja global.
“Melalui kolaborasi akademis dan pemerintah ini, Kemnaker berharap lahir inovasi-inovasi baru yang mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan global sekaligus mempercepat pembangunan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi di Indonesia,” kata Cris Kuntadi.
Secara lebih rinci, ruang lingkup kesepahaman ini mencakup tiga poin utama, yang pertama adalah Pengembangan Kapasitas SDM untuk meningkatkan mutu dan kompetensi agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja modern.
Poin kedua adalah Pengkajian Kebijakan melalui riset mendalam untuk mendukung perumusan kebijakan ketenagakerjaan, serta yang ketiga adalah Pengabdian kepada Masyarakat melalui penyelenggaraan program aplikatif yang mendukung penguatan ekosistem kerja di lingkungan masyarakat. (rdj)