Lulusan SMKN 1 Pacet Cianjur Tak Ada Pengangguran

Hasil produk SMK Jabar bisa dipajang di bandara-bandara bahkan bandara di luar negeri.

LOVEBANDUNG.com : Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandhi, bersama Pansus II DPRD Jabar melakukan kunjungan kerja (kunker) ke SMKN 1 Pacet, Kabupaten Cianjur, Senin 11 April 2022.

Kadisdik menyampaikan sebetulnya selama ini dibutuhkan pemanfaatan produk SMK. Pemanfaatan produk itu bukan hanya bahan baku, tapi bahan jadi atau seperti ini (SMKN 1 Pacet). “SMK punya alat, diolah secara mandiri dan dijual,” ujar Kadisdik.

Di Jabar ini, lanjut Kadisdik, ada 35 SMK Negeri Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Nah, salah satu SMK yang maju itu adalah SMK BLUD. Potensinya semua keluar,” ucapnya.

Ke depan, Kadisdik berharap, hasil produk SMK Jabar bisa dipajang di bandara-bandara, bahkan hingga bandara di luar negeri.

Anggota Pansus II DPRD Jabar pun mengapresiasi prestasi yang ditorehkan SMKN 1 Pacet. “Provinsi Jabar berinovasi dengan ilmu dan segala macamnya sehingga bisa menjawab segala tantangan yang ada sekarang,” katanya.

Sedangkan Kepala SMKN 1 Pacet, Ida Yuniati Surtika, mengungkapkan adanya BLUD ini sudah dirasakan oleh warga sekolah, yaitu siswa dan orang tua. Jadi, anak-anak yang melaksanakan teaching factory dengan magang ini, uang sakunya mencapai Rp1,5 juta per bulan.

Ke depan, lanjut Ida, banyak sekali peluang/proyek yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya mutu pendidikan dan tentunya menjawab tantangan bapak/ibu anggota dewan bahwa lulusan SMK adalah penyumbang pengangguran terbanyak, tidak ada lagi.

“Alhamdulillah, lulusan SMKN 1 Pacet sudah terserap semua,” pungkasnya.

Kegiatan ini pun diisi peninjauan teaching factory, educational hotel (edotel), green house serta memanen produk unggulan SMKN 1 Pacet.(lvb)