Longsor Sumedang Telan Korban Jiwa, Ribuan Rumah di Bandung Terendam
LOVEBANDUNG.com : Rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat dalam sepekan terakhir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan titik terparah berada di Kabupaten Sumedang yang menelan korban jiwa, serta banjir besar yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Bandung.
“Tanah longsor di Kabupaten Sumedang terjadi pada Rabu (8/4) di Desa Mekar Rahayu dan Desa Ciherang. Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D dalam keterangan resminya, Jumat (10/4/2026).
Hingga Jumat (10/4/2026), tim BPBD Sumedang masih terus melakukan penanganan di lokasi untuk pembersihan material longsor. Selain korban jiwa, tercatat dua kepala keluarga atau sedikitnya tujuh jiwa terdampak langsung akibat pergerakan tanah di wilayah Sumedang Selatan tersebut.
“Selain di Sumedang, banjir besar juga melanda Kabupaten Bandung yang berdampak pada 1.006 kepala keluarga atau sebanyak 3.223 jiwa,” lanjut Abdul Muhari.
Banjir yang merendam 1.006 unit rumah tersebut melanda kawasan Desa Tanggulun di Kecamatan Ibun dan Desa Majakerta di Kecamatan Majalaya. Meski sempat melumpuhkan aktivitas warga sejak Selasa (7/4), material air dilaporkan baru benar-benar surut pada Kamis (9/4/2026) sore.
“Cuaca ekstrem juga memicu kerusakan infrastruktur di Kabupaten Bandung, tepatnya di Kecamatan Ciparay dan Baleendah, di mana belasan rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan,” jelasnya.
Data terkini menunjukkan sebanyak 16 kepala keluarga di wilayah Ciparay dan Baleendah terdampak angin kencang. Empat unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat, sementara 12 unit lainnya rusak ringan. Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Ciamis, di mana 26 rumah di Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, turut terdampak cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di Jawa Barat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengingat potensi hujan lebat masih tinggi dalam dua hari ke depan,” tambah Abdul Muhari.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jawa Barat masih masuk dalam zona waspada bencana hidrometeorologi. Masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan diminta segera melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan lebat dengan durasi lama guna menghindari risiko longsor susulan. (lvb)