Dipisahkan Selat Sunda, Cinta Kemal & Kanaya Bermuara di Kampus UPI

LOVEBANDUNG.com : Dua insan anak manusia, Taufik Kemal Tobing, S.Pd (Kemal) & Kanaya Salsabila Firdausiyah, S.Pd (Kanaya), bertemu dan berkenalan, berlanjut dengan pertemanan hingga keduanya mengungkapkan muara cinta di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Berawal dari tekad menimba ilmu ke kota kembang, Kemal berangkat dari kota kelahirannya, Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara, bertemu dengan Kanaya yang sama sama kuliah di Kampus UPI.

Jalinan pertemanan pun berlanjut hingga Kemal & Kanaya menuntaskan pendidikan dan menyandang predikat gelar Sarjana Pendidikan.

Diam-diam, keduanya menyimpan kerinduan, dan sepakat melanjutkan pendidikan ke tingkat strata dua di kampus yang menyemai benih benih kasih sayang hingga tumbuh kuntum cinta mempersatukan Kemal & Kanya yang berbeda suku, adat, istiadat, dan terpisahkan Selat Sunda sepakat bersama mengarungi biduk rumah tangga.

Layar perahu dikembangkan mengarungi kehidupan baru dengan cincin kawin dan 21 Euro, 9 Poundsterling, 24 Dollar, sebagai tanda pengikat cinta Kemal kepada Kanaya putri pertama dari tiga bersaudara pasangan Ade Rachmat Saputra, M.Pd & Atit Rohmayati, S.Pd.

Host dan presenter senior radio, televisi dan podcast diberbagai media masa nasional, Latif Siregar, memimpin penyerahan mempelai pria Kemal kepada keluarga besan Ade Rachmat Saputra untuk dilangsungkan akad nikah, yang dilangsungkan di Convention Hall Hotel Zamrud Kota Cirebon, Sabtu 21 September 2024.

Kemal, putra busung empat bersaudara dari pasangan H. Syafruddin Tobing, S.Pd & Hj. Rolizah Siagian, di depan Penghulu Abdul Badri mengucapkan ijab kabul langsung kepada Ayahanda Kanaya disaksikan H. Abdul Rahman Rambe dari Rantauprapat, dan Dr. Rian Ahmad Syathari, ST, M.Sc, (Ketua Yayasan Bina Cendekia Utama Cirebon).

Sementara, nasehat dan doa untuk kedua mempelai dalam mengarungi bahtera rumah tangga disampaikan Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.Pd, MA (Pembina Yayasan Bina Cendekia Utama Cirebon).

Usai ijab kabul, Kemal kelahiran Rantauprapat, 19 Desember 1999, dan Kanaya lahir di Cirebon, 5 Agustus 2000, sungkem memohon doa restu kepada Ayah Bunda, Abang, Kakak, Adik, Paman, Tante, sanak saudara hingga kerabat dan sahabat.

Di penghujung acara resepsi pernikahan Kemal & Kanya dihibur keyboard dan biduan Cirebon, semakin semarak dengan lantunan lagu “Anak Medan” yang dibawakan rekan-rekan kedua mempelai, membuat Kemal dan Kanaya turun dari pelaminan dan ikut bernyanyi bersama.

Tak ketinggalan, calon Wakil Bupati Cirebon, Dia Ramayana, yang merupakan kakak sepupu Kemal turun gelanggang mengiring musik Anak Medan dengan menunjukan kebolehannya menari Tor Tor, membuat Ayah Bunda Kenal dan seluruh keluarga besar terhipnotis turut menortor.

Suasana pesta penuh kegembiraan itu, membuat Papa dan Bunda Kanya spontan berdiri mengikuti gerak gembira Tor Tor dari atas panggung pelaminan.

Happy Wedding Kemal & Kanaya, semoga cinta yang kalian miliki hari ini terus berkembang dan menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi segala tantangan.

Selamat menjalani kehidupan baru penuh bahagia Kemal & Kanya. @neera