Buruh Lepas Cangkuang Bandung Derita Stroke dan Serangan Jantung Berharap Donasi Dermawan Untuk Pengobatan
LOVEBANDUNG.com : Uu Tatang Rukmana (61), buruh harian lepas asal RT 002 RW 009, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, tengah menghadapi situasi darurat medis yang mengancam nyawanya. Pria kelahiran Bandung, 23 April 1963 itu, kini menjalani perawatan intensif setelah mengalami stroke berat disertai serangan jantung awal.
“Kondisi Pak Uu terbilang kritis. Ia sempat dirawat di RS Hermina, namun karena keterbatasan fasilitas, ia dirujuk ke RS Immanuel Bandung untuk menjalani tindakan medis lanjutan berupa operasi dan pemasangan kateter,” ujar Rifqi pendamping keluarga dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Rabu 16 Juli 2025.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Pak Uu belum mendapatkan ruang perawatan yang layak akibat keterbatasan tempat dan status BPJS yang belum aktif.
Sebagai buruh harian lepas, Pak Uu hidup dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Tidak ada penghasilan tetap, apalagi tabungan yang cukup untuk menutupi biaya pengobatan yang sangat besar.
Menurut keterangan keluarga, total biaya yang dibutuhkan saat ini mencapai lebih dari Rp10 juta, mencakup tindakan operasi, obat-obatan, dan perawatan pasca tindakan medis.
Situasi ini membuat pihak keluarga dan kerabatnya menggalang dukungan publik. Arif Rahman Mahfud, salah satu relawan pendamping, membuka rekening donasi guna menghimpun bantuan untuk meringankan beban pengobatan Pak Uu.
“Setiap rupiah dari masyarakat sangat berarti untuk menyelamatkan hidup Pak Uu. Beliau adalah tulang punggung keluarga dan warga yang dikenal baik di lingkungannya,” ujar Rifqi.
Diharapkan dermawan peduli Pak Uu dapat menyalurkan bantuan donasinya ke BCA No. Rekening: 7295128208 atasnama Arif Rahman Mahfud. Untuk informasi dan konfirmasi donasi langsung menghubungi Rifqi di nomor +62 896-9461-4302 atau alamat: RT 002 RW 009, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.
Ajakan bantuan ini menjadi pengingat bahwa semangat solidaritas dan kepedulian sosial tetap relevan dan penting, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan dan tengah berjuang melawan sakit.
Kiriman: Ridho Dawam (Mahasiswa UNPAS)