Gubernur Jawa Barat Pertama Bukan dari Tatar Sunda, Dilantik Dua Hari pasca Kemerdekaan RI
Gubernur Jawa Barat pertama berkantor di Jakarta.
LOVEBANDUNG.com : Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi terbesar di Indonesia. Gubernur pertama bukan berasal dari dari Tanah Pasundan yang dikenal Tatar Sunda, melainkan dari Blora, Jawa Tengah.
Dr. K.P.H. Soetardjo Kartohadikoesoemo atau Mas Soetardjo Kartaningprang, putra kelahiran Kunduran, Blora, Jawa Tengah, 22 Oktober 1892, adalah gubernur pertama Jawa Barat, sesuai UU No. 1 Tahun 1945, daerah Jawa Barat saat itu menjadi daerah otonom provinsi.
Dikulik dari Wikipedia, Beliau adalah Gubernur Jawa Barat, dan berkantor di Jakarta. Soetardjo merupakan tokoh nasional yaitu anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).
Soetardjo merupakan penggagas Petisi Soetardjo. Petisi ini diajukan pada 15 Juli 1936, kepada Ratu Wilhelmina serta Staten Generaal (parlemen) Belanda. Petisi ini diajukan karena ketidakpuasan rakyat terhadap kebijakan politik Gubernur Jenderal De Jonge.
Ayahnya bernama K.NG.Kartoredjo adalah wedana Bancar, Kabupaten Tuban. Sedangkan ibunya bernama Mas Ayu Kartoredjo.
Sutardjo Kertohadikusumo tak lama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia dilantik setelah dua hari Kemerdekaan Republik Indonesia yakni pada 19 Agustus 1945. Jabatan Gubernur Jawa Barat yang diembannya berakhir pada Desember 1945.
Sutardjo Kertohadikusumo dikenal sebagai tokoh nasional dan memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama dalam perjuangan kemerdekaan dan pemerintahan awal Indonesia.
Sebelumnya menjadi Gubernur Jawa Barat, Sutardjo Kertohadikusumo merupakan Anggota Volksraad Masa jabatan 15 Juni 1931 – 1942.
Setelah menjadi Gubernur Jawa Barat, Sutardjo Kertohadikusumo menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ke-2 Masa jabatan 1946–1948, ia menggantikan Mohammad Hatta yang menjadi Ketua Umum PMI pertama.
Kemudian menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Agung ke-4 Masa jabatan November 1948 – Agustus 1950.
Profil Sutardjo Kertohadikusumo
• Lahir: 22 Oktober 1892 di Kunduran, Blora, Jawa Tengah.
• Pendidikan: ELS (Europeesche Lagere School) dan OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren) di Magelang.
• Karir:
– Anggota Volksraad (Dewan Rakyat) dan penggagas Petisi Sutardjo pada 15 Juli 1936
– Residen Jakarta (1943-1945) dan Gubernur Jawa Barat pertama
– Memimpin departemen dalam negeri atau Naimubu Sanyo pada masa pendudukan Jepang.
• Petisi Sutardjo: Sebuah petisi yang diajukan kepada Ratu Wilhelmina dan Staten Generaal (parlemen) Belanda, meminta musyawarah antara wakil-wakil Indonesia dan negeri Belanda dengan kedudukan dan hak yang sama.
• Masa Jabatan: Menghadapi tantangan berat, termasuk serangan Pasukan Sekutu yang berupaya mengembalikan kekuasaan kolonial di Indonesia.
Sutardjo Kertohadikusumo meninggal dunia di Jakarta, pada 20 Desember 1976. (nee)