Gubernur Jawa Barat Kedua, Datuk Djamin Putra Minangkabau Jebolan Universitas Leiden
Datuk Djamin memimpin Jawa Barat tidak di Bandung, karena sejak 1946 ibu kota Jawa Barat dipindahkan ke Tasikmalaya.
LOVEBANDUNG.com : Mr. Mohammad Djamin gelar Datuk Sutan Maharaja Besar yang dikenal dengan nama Datuk Djamin merupakan putra Minangkabau berprofesi sebagai Advokat atau pengacara dan politikus di Raad van Justite Padang dan Singapura.
Dikutip dari Wikipedia, Datuk Djamin memimpin Provinsi Jawa Barat menjabat sebagai Gubernur kedua, merupakan lulusan sekolah hukum di negeri Belanda dengan titel Meester in de Rechten.
Tokoh bangsa ini menduduki jabatan Gubernur Jawa Barat menggantikan Gubenur Jawa Barat pertama Dr. K.P.H. Soetardjo Kartohadikoesoemo atau Mas Soetardjo Kartaningprang (19 Agustus 1945 – Desember 1945.
Kepemimpinan Datuk Djamin ketika ibu kota negara Jakarta diduduki tentara sekutu dan kemudian ibu kota dipindahkan ke Yogyakarta.
Datuk Djamin memimpin Jawa Barat pada Desember 1945 – Juni 1946, tidak di Bandung, karena sejak 1946 ibu kota Jawa Barat dipindahkan ke Tasikmalaya.
Dia menikah dengan Siti Nuraini, putri Betawi, dari lahir seorang putranya, Yazeed Djamin, merupakan seorang komposer Indonesia yang cukup terkenal.
Profil Datuk Djamin
• Lahir: 1903 di Sulit Air, Minangkabau
• Pendidikan:
– Volkschool di Sulit Air (1909–1912)
– Sekolah Gouvernement di Singkarak (1912–1913)
– Hollandsch-Inlandsche School di Solok (1913–1917)
– Kweekschool di Fort de Kock (1917)
– Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Padang
– Rechtschool (Sekolah Hukum) di Jakarta (–1912)
– Rechtshoogeschool (Sekolah Hukum Tinggi) (1924–)
– Universitas Leiden (Oktober 1927–1931), universitas negeri tertua di Belanda didirikan tahun 1575 didirikan Pangeran Willem van Oranje,
– Sekolah hukum di Belanda dengan titel Meester in de Rechten
• Keluarga:
– Ayah; Datuk Malin Maharadja
– Istri; Siti Nuraini, putri Betawi
– Putra; Yazeed Djamin, adalah seorang komposer Indonesia terkenal.
Datuk Djamin memainkan peran penting dalam sejarah Jawa Barat, terutama selama masa revolusi dan peralihan kekuasaan di Indonesia.
Datuk Djamin wafat pada 10 Mei 1957 di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, dan dimakamkan di Taman Makam Tokoh Bangsa TPU Karet Bivak Jakarta Pusat. (nee)