SMAN 1 Padalarang Gelar Munaqosah Tahfidz, Berangkatkan Siswa dan Guru Umrah dari Hasil Infak Rutin

LOVEBANDUNG.com | PADALARANG : SMAN 1 Padalarang menghadirkan inovasi pendidikan karakter melalui program Munaqosah Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an dan gerakan infak umrah yang melibatkan partisipasi aktif seluruh warga sekolah secara rutin.

“Ini bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak dibiasakan disiplin, bertanggung jawab, dan bergotong royong melalui infak,” ujar Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, dikutip dalam keterangannya, Ahad (13/9/2026).

Melalui gerakan menyisihkan uang secara sukarela sebesar Rp500 per hari selama empat hari dalam sepekan, dana yang terkumpul pada tahun ini berhasil mencapai sekitar Rp63 juta untuk membiayai perjalanan umrah.

“Yang paling penting bukan hanya inovasinya, tetapi konsistensinya. Ini membutuhkan gotong royong dan komitmen yang tinggi dari manajemen, guru, wali kelas, dan anak-anak,” katanya.

Dana tersebut digunakan untuk memberangkatkan dua orang terpilih, yakni seorang siswa bernama As Syakira Pratama dan seorang guru biologi bernama Rizki Riyanti, setelah melalui seleksi ketat tanpa melihat teks Al-Qur’an.

“Anak-anak belajar berbagi, belajar empati, dan peduli kepada orang lain. Ini yang ingin kita bangun melalui program tersebut,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-59 sekolah ini juga terselenggara tanpa memungut biaya dari siswa karena murni didukung oleh kerja sama panitia dan pihak sponsor.

“Kegiatan Dies Natalis tidak ada pungutan sepeser pun. Ini terlaksana murni karena usaha para panitia dari siswa yang berhasil bekerja sama dengan sponsor,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu penerima beasiswa umrah, As Syakira Pratama, mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa terpilih setelah mengikuti proses seleksi hafalan serta tajwid yang ketat.

“Saya sangat senang. Sudah tiga tahun mengikuti program ini, tetapi tidak menyangka akhirnya bisa terpilih,” ujarnya.

Siswa kelas XII yang telah menghafal sekitar enam juz Al-Qur’an sejak masa pandemi tersebut mendedikasikan pencapaiannya untuk membahagiakan serta mendoakan kedua orang tuanya secara langsung di Tanah Suci.

“Tujuan saya ingin mengangkat derajat orang tua saya dan mendoakan mereka secara langsung di sana,” pungkasnya. (nee)