Ketua GLN Jabar Syahrir: Cerdas Memilih Informasi Perkuat Ketahanan Nasional
Publik diminta tidak menelan bulat-bulat setiap unggahan di media sosial, melainkan wajib mengonfirmasi keabsahannya ke saluran berita tepercaya yang memiliki rekam jejak teruji.
LOVEBANDUNG.com | BANDUNG : Di tengah kepungan arus informasi digital yang kian melimpah, Ketua Dewan Pembina Literasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) Jawa Barat, H. Syahrir, S.E., M.I.Pol., menegaskan kembali urgensi edukasi publik sebagai pilar utama menjaga stabilitas sosial.
Syahrir menekankan bahwa penguatan literasi digital bukan sekadar program pelengkap, melainkan fondasi strategis dalam mewujudkan tatanan masyarakat cerdas menuju Indonesia Maju. Melalui kampanye “Saring Sebelum Sharing”, gerakan cek fakta ini dipastikan berdiri independen tanpa memihak.
“GLN menegaskan aksi literasi sama sekali tidak dirancang untuk membela pemerintah, kepentingan politik, atau kelompok mana pun. Ini murni membekali publik dengan kemampuan kritis agar tak mudah dimanipulasi oleh hoaks yang merugikan pihak mana pun,” tegas Syahrir di Bandung, Kamis (8/10/2026).
Menurut Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat ini, penguatan literasi digital menuntut kedewasaan masyarakat dalam mengonsumsi berita melalui pendekatan yang sistematis. Publik diminta tidak menelan bulat-bulat setiap unggahan di media sosial, melainkan wajib mengonfirmasi keabsahannya ke saluran berita tepercaya yang memiliki rekam jejak teruji.
Politisi Partai Gerindra ini juga mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak pada judul-judul provokatif yang sengaja dirancang mengeksploitasi emosi. Membaca informasi secara utuh dan mendalam menjadi syarat mutlak sebelum menyimpulkan atau menyebarkan pesan.
Lebih lanjut, legislator Jabar ini menekankan pentingnya verifikasi silang atas setiap klaim informasi dengan membandingkannya terhadap rilis data, statistik, maupun dokumen resmi dari otoritas berwenang. Menjadi penyebar informasi yang terverifikasi merupakan kontribusi nyata publik sebagai bagian dari solusi di era digital.
“Gunakan media sosial secara bijak dengan membagikan konten yang sudah terverifikasi kebenarannya. Jadilah bagian dari solusi, bukan mata rantai penyebar hoaks,” ujar Syahrir.
Pada akhirnya, kecerdasan masyarakat dalam memilah dan memilih informasi bukan lagi sekadar kemampuan individu, melainkan investasi sosial yang menentukan kokohnya ketahanan nasional dari ancaman disinformasi.
“Dengan menjadi pribadi yang bijak di era digital, kita berkontribusi langsung dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas. Cerdas memilih informasi berarti memperkuat persatuan dan ketahanan bangsa,” pungkasnya. (dja)