Terbawa Arus Sungai Cikapundung, Johan Ditemukan Meninggal Dunia di Batujajar

LOVEBANDUNG.com : Setelah sempat dinyatakan hilang terbawa arus deras Sungai Cikapundung di kawasan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, jasad Johan (56) akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah hanyut hingga ke wilayah Batujajar.

Penemuan ini bermula pada Sabtu malam, 16 Mei 2026 sekitar pukul 20.00 WIB, saat Tim SAR Gabungan menerima laporan dari warga mengenai adanya penemuan jenazah di kawasan BBWS Sektor 9 Batujajar. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi sejam kemudian untuk mengevakuasi korban.

Untuk memastikan identitasnya, Tim INAFIS tiba di lokasi penemuan pada pukul 21.30 WIB guna melakukan proses identifikasi awal. Namun, karena kondisi yang belum memungkinkan, jenazah akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada pukul 23.30 WIB untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Identitas Terungkap Lewat Ciri Khusus Gigi

Kepastian mengenai identitas korban baru terungkap pada Ahad, 17 Mei 2026, setelah Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi intensif bersama Tim INAFIS Polres Cimahi, Biddokes Polda Jawa Barat, dan pihak RSHS Bandung.

Pihak keluarga yang didampingi perwakilan lingkungan setempat akhirnya meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Johan. Keyakinan ini diperkuat oleh sejumlah ciri khusus yang ada pada tubuh korban, terutama pada bagian giginya.

Dengan teridentifikasinya korban, Tim SAR Gabungan segera menggelar debriefing dan evaluasi. Operasi SAR pun resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang terlibat tanpa kenal lelah dalam operasi ini.

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam pelaksanaan operasi SAR ini. Sinergi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci sehingga korban berhasil ditemukan,” tutur Ade Dian, Ahad (17/5/2026).

Belajar dari kejadian memilukan ini, Kantor SAR Bandung kembali mengetuk kesadaran masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di sekitar aliran sungai. Terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem dan tidak menentu yang sering memicu luapan arus sungai secara mendadak. (yug)