Siaga Darurat, BNPB: Ratusan Warga Jawa Barat Terdampak Banjir dan Longsor

LOVEBANDUNG.com :Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan rentetan bencana hidrometeorologi melanda wilayah Jawa Barat dalam periode 17 hingga 20 April 2026. Kabupaten Bogor menjadi wilayah terdampak paling parah dengan kejadian tanah longsor di tujuh kecamatan dan banjir yang merendam ratusan rumah di enam kecamatan lainnya, disusul banjir luapan sungai di Kabupaten Sukabumi.

“Salah satu kejadian yang menjadi perhatian adalah bencana tanah longsor di Kabupaten Bogor pada Jumat (17/4) malam dan banjir besar pada Minggu (19/4). Kejadian ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut dalam durasi cukup lama,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).

Bencana banjir di Kabupaten Bogor yang terjadi pada Minggu malam (19/4) pukul 18.00 WIB menjadi dampak paling luas. Sebanyak 217 kepala keluarga atau 816 jiwa terdampak di enam kecamatan, meliputi Tamansari, Jasinga, Ciomas, Bojong Gede, Cibinong, dan Sukaraja. Tercatat 209 unit rumah terendam dan satu ruas jalan mengalami gangguan mobilitas akibat genangan air.

“Data mutakhir menunjukkan total 217 KK terdampak banjir Bogor. Beruntung, per Minggu malam genangan dilaporkan mulai surut dan warga bersama aparat telah bergotong-royong membersihkan sisa lumpur sehingga aktivitas perlahan normal kembali,” jelasnya.

Viral To

Sementara itu, tanah longsor di Kabupaten Bogor yang terjadi sebelumnya pada Jumat (17/4) melanda tujuh kecamatan, yakni Cijeruk, Nanggung, Tenjolaya, Cigudeg, Ciomas, Megamendung, dan Sukajaya. Sebanyak 15 KK atau 55 jiwa terdampak akibat tanah labil yang merusak setidaknya tiga unit rumah. Hingga saat ini, BPBD setempat masih terus melakukan asesmen dan edukasi kepada warga mengenai potensi longsor susulan.

“Status kebencanaan di wilayah ini masih mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait siaga darurat bencana banjir, cuaca ekstrem, abrasi, dan tanah longsor yang berlaku hingga 30 April 2026,” tegas Abdul Muhari dalam laporannya.

Bencana serupa juga melanda Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (18/4). Banjir luapan menggenangi Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, yang berdampak pada 24 unit rumah warga. Sebanyak 69 jiwa terdampak langsung oleh genangan air tersebut, meski dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian bencana di Jawa Barat ini.

“Di Sukabumi, warga bersama aparat setempat juga telah melakukan pembersihan lingkungan pascasurutnya air. BNPB terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih berpeluang terjadi di wilayah rawan,” tambahnya. (lvb)