Jabar Masuk Fase Darurat, BNPB Beri Peringatan Serius Hingga 16 April, Ada Apa?

LOVEBANDUNG.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi yang mendominasi wilayah Jawa Barat dalam periode akhir pekan ini. Cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan luapan sungai melanda tiga kabupaten sekaligus, yakni Bogor, Subang, dan Bandung, yang mengakibatkan ratusan rumah rusak serta ribuan jiwa terdampak.

“Fenomena cuaca ekstrem seperti angin kencang dan banjir menjadi peristiwa bencana yang mendominasi di beberapa wilayah Indonesia pada periode pemantauan Sabtu hingga Minggu ini,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.

Di Kabupaten Bandung, banjir besar merendam 5 desa dan 3 kelurahan di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot akibat meluapnya Sungai Citarum. Sebanyak 693 rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai 130 sentimeter, memaksa puluhan warga di Desa Citeureup dan Cangkuang mengungsi ke tempat ibadah karena hunian mereka tidak lagi dapat ditempati.

“BPBD Kabupaten Bandung segera menuju ke lokasi untuk melakukan pendataan dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Hingga Sabtu, banjir dilaporkan sudah mulai berangsur surut,” tulis laporan resmi BNPB mengenai penanganan di lapangan.

Sementara itu, wilayah Bogor dan Subang luluh lantak akibat terjangan angin kencang. Di Kecamatan Ciawi, Bogor, 18 rumah dan dua sekolah dilaporkan rusak akibat tertimpa pohon tumbang, sedangkan di Kabupaten Subang, dampak kerusakan jauh lebih masif dengan total 144 rumah rusak di Kecamatan Jalancagak dan Legon Kulon, di mana 22 unit di antaranya mengalami rusak berat.

“BPBD Kabupaten Subang bersama tim gabungan bergotong royong melakukan pembersihan ranting pohon tumbang dan material rumah rusak setelah sebelumnya melakukan kaji cepat di lokasi terdampak,” katanya.

Merespons potensi cuaca yang belum stabil, BMKG memprediksi hujan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Jawa hingga 16 April 2026. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir susulan maupun pergerakan tanah.

Sebelumnya, BNPB melaporkan titik terparah berada di Kabupaten Sumedang yang menelan korban jiwa, serta banjir besar yang merendam ribuan rumah di Kabupaten Bandung.

“Tanah longsor di Kabupaten Sumedang terjadi pada Rabu (8/4) di Desa Mekar Rahayu dan Desa Ciherang. Peristiwa ini menyebabkan satu orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka,” ungkap Abdul Muhari.

Banjir besar juga melanda Kabupaten Bandung yang berdampak pada 1.006 kepala keluarga atau sebanyak 3.223 jiwa.

Banjir yang merendam 1.006 unit rumah tersebut melanda kawasan Desa Tanggulun di Kecamatan Ibun dan Desa Majakerta di Kecamatan Majalaya. Meski sempat melumpuhkan aktivitas warga sejak Selasa (7/4), material air dilaporkan baru benar-benar surut pada Kamis (9/4/2026) sore.

“Cuaca ekstrem juga memicu kerusakan infrastruktur di Kabupaten Bandung, tepatnya di Kecamatan Ciparay dan Baleendah, di mana belasan rumah mengalami kerusakan berat hingga ringan,” jelasnya. (lvb)