Kawal Hak Demokrasi, Komisi I DPRD Jabar Minta Pilkades Digital Lebih Ramah Lansia dan Disabilitas

LOVEBANDUNG.com : Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian khusus terhadap aksesibilitas bagi warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas agar tetap nyaman memberikan suaranya dalam pesta demokrasi tingkat desa.

“Di balik kecanggihan teknologi e-voting yang mulai diterapkan di Jawa Barat, pemenuhan hak demokrasi bagi kelompok rentan tetap menjadi prioritas utama,” ungkap anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.I.Pol, saat memantau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital Gelombang III Tahun 2025 di Kabupaten Karawang, Ahad (28/12/2025).

“Kita harus memastikan bahwa inovasi teknologi tidak meninggalkan siapa pun. Pemilih lansia dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki hak demokrasi yang sama untuk menentukan masa depan desanya. Fasilitas ke depan harus dibuat jauh lebih mempermudah mereka,” ujar Syahrir.

Dalam kunjungannya bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Desa Jatisari, Syahrir menemukan beberapa catatan penting.

“Sejumlah pemilih lansia masih mengalami kesulitan saat harus berinteraksi dengan layar sentuh pada mesin e-voting,” ungkap legislator ini.

Catatan ini menjadi krusial mengingat pada tahun 2026 mendatang, sebanyak 67 desa di Jawa Barat dijadwalkan akan menggelar pemilihan serupa secara digital.

Politisi Gerindra ini mendorong adanya peningkatan kualitas bantuan teknis dan desain antarmuka yang lebih ramah bagi semua kalangan.

“Beberapa pemilih lansia masih kesulitan mengklik layar. Kedepannya, aspek kemudahan ini harus jadi evaluasi utama. Kita ingin Pilkades Digital ini benar-benar inklusif,” tambah Syahrir.

Meski demikian, Syahrir tetap mengapresiasi keberanian Kabupaten Karawang yang menerapkan sistem elektronik di 9 desa pada 8 kecamatan. Sebanyak 56.750 warga telah berpartisipasi dalam sistem yang diharapkan mampu menciptakan proses pemilihan yang transparan, efisien, dan meminimalisir potensi kecurangan.

Monitoring yang berlangsung selama tiga hari (27–29 Desember 2025) ini juga menyasar Desa Cikampek Utara. Syahrir berharap, setiap evaluasi dari lapangan dapat membawa kualitas demokrasi di Jawa Barat ke level yang lebih modern tanpa kehilangan sisi kemanusiaannya.

Kepada para kepala desa terpilih, Syahrir menitipkan pesan agar semangat inklusivitas ini dibawa ke dalam kebijakan pembangunan di desa masing-masing.

“Jadilah pelayan masyarakat yang peka terhadap kebutuhan semua warga, tanpa terkecuali. Pastikan pembangunan di desa dapat dirasakan manfaatnya oleh lansia dan teman-teman disabilitas,” tutupnya. [ami]