Pemprov Jabar Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026: Tersedia 3.040 Tiket via Aplikasi Sapawarga

LOVEBANDUNG.com : Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan “Program Mudik Gratis Tahun 2026” untuk memfasilitasi warga yang ingin pulang kampung menjelang Idul Fitri. Sebanyak 3.040 tiket telah disiapkan dengan dukungan 74 unit bus dari berbagai PO ternama seperti Damri, Sinar Jaya, hingga Primajasa. Keberangkatan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 13, 14, dan 15 Maret 2026.

“Program mudik gratis terbuka untuk semua warga asal dan tinggal di Jawa Barat yang ingin mudik ke kampung halaman, tentunya dengan persyaratan yang telah ditentukan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Dhani Gumelar, dikutip dalam keterangannya, Sabtu (21/2/2026).

Masyarakat yang berminat dapat melakukan pendaftaran secara digital melalui aplikasi Sapawarga yang tersedia di Playstore maupun Appstore. Periode pendaftaran dibuka mulai 11 Februari hingga 12 Maret 2026. Calon pemudik hanya perlu menyiapkan data diri berupa NIK, nomor Kartu Keluarga, serta alamat lengkap untuk mengisi formulir pendaftaran di aplikasi tersebut.

“Ayo manfaatkan kesempatan mudik gratis ini agar perjalanan mudik dapat ditempuh dengan lebih aman, nyaman, selamat, dan tertib,” kata Dhani mengajak masyarakat.

Rute yang disediakan mencakup tujuan internal Jawa Barat maupun lintas provinsi, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, hingga Wonogiri. Titik keberangkatan utama difokuskan di beberapa lokasi strategis, di antaranya Terminal Leuwipanjang (Bandung), Terminal Cikarang, dan Kota Bekasi. Setelah mendaftar, pemudik diwajibkan melakukan aktivasi tiket pada rentang waktu 1 hingga 12 Maret 2026 untuk memilih tanggal keberangkatan yang tersedia.

“Program ini menjadi komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat sehingga dapat pulang kampung lebih aman, tertib, dan terencana,” tambah pihak Dishub Jabar.

Dari sisi keselamatan, Pemprov Jabar memastikan seluruh armada bus telah melewati pemeriksaan teknis (ramp check) secara ketat sebelum diberangkatkan. Selain kesiapan armada, para pengemudi dan kru bus juga dipastikan dalam kondisi kesehatan yang prima untuk menjamin keamanan penumpang selama di perjalanan hingga sampai ke kota tujuan. (ami)