Setahun Wali Kota Farhan, Bandung Kian Terang dan Nyaman: 4.106 Titik Lampu Jalan Terpasang

LOVEBANDUNG.com : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatatkan capaian signifikan dalam percepatan pembangunan infrastruktur selama satu tahun kepemimpinan Wali Kota Muhammad Farhan. Sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, Pemkot Bandung berhasil membangun 4.106 titik Penerangan Jalan Lingkungan (PJL), memperbaiki 29,52 kilometer jalan, menata 23,5 kilometer kabel udara, serta merehabilitasi sekitar 2.100 rumah tidak layak huni (Rutilahu).

“Program infrastruktur ini merupakan perwujudan visi Bandung Utama (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis), khususnya pada pilar Maju, untuk menghadirkan kota yang lebih aman, nyaman, dan layak huni bagi seluruh warga,” dikutip dari siaran pers Pemkot Bandung, Sabtu (21/2/2026).

Fokus utama pencahayaan kota dilakukan oleh Dinas Perhubungan dengan membangun 501 tiang PJL yang mencakup jalan utama hingga gang sempit.

Dari total 4.106 titik yang terpasang, sebanyak 742 titik berasal dari aspirasi reses DPRD, sementara 3.364 titik lainnya merupakan hasil Musrenbang. Selain itu, program percontohan Penerangan Jalan Gang juga menyasar wilayah dengan lebar jalan di bawah dua meter di delapan lokasi berbeda.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi sudut kota yang gelap. Dengan penerangan yang merata hingga ke gang-gang sempit, mobilitas warga di malam hari menjadi lebih aman dan potensi kriminalitas dapat ditekan.”

Di sektor jalan, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga telah menuntaskan perbaikan sepanjang 29,52 kilometer yang tersebar di 266 ruas jalan pada tahun anggaran 2025. Perbaikan diprioritaskan pada jalur dengan mobilitas ekonomi tinggi seperti Jalan Ir. H. Juanda, Pahlawan, dan Batu Nunggal. Saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung dilaporkan telah mendekati angka 90 persen.

“Kondisi jalan yang mantap adalah urat nadi ekonomi. Selain jalan, kami juga telah merehabilitasi lebih dari 14.000 meter drainase untuk mengatasi titik banjir di wilayah rawan seperti Arcamanik, Leuwipanjang, hingga Siliwangi.”

Penataan estetika kota juga dilakukan secara agresif melalui penurunan kabel udara di 47 lokasi dengan total panjang 23,5 kilometer.

Salah satu aksi terbesar dilakukan di Jalan Buah Batu, di mana petugas membersihkan sekitar 14 ton kabel udara yang semrawut. Sementara itu, di sektor konektivitas, Flyover Nurtanio senilai Rp62 miliar telah resmi beroperasi sejak Desember 2025 untuk memangkas kemacetan di perlintasan sebidang.

” Flyover Nurtanio bukan sekadar proyek fisik, tapi solusi untuk efisiensi waktu warga dan kelancaran perjalanan kereta api. Bersamaan dengan itu, penataan kabel udara terus kami masifkan agar wajah kota Bandung kembali cantik tanpa gangguan kabel melintang.”

Untuk kesejahteraan warga, Pemkot Bandung melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman telah menuntaskan perbaikan 2.100 unit Rutilahu dengan stimulan Rp25 juta per rumah. Capaian ini didukung oleh anggaran daerah, bantuan pemerintah pusat, dan program CSR. Target jangka panjangnya, Pemkot membidik penanganan 9.000 unit rumah tidak layak huni serta penataan 280 hektare kawasan kumuh secara bertahap hingga tahun 2029.

” Pembangunan yang terukur dan merata adalah kunci. Kami ingin setiap warga, baik yang tinggal di pusat kota maupun di pemukiman padat, merasakan kehadiran pemerintah melalui fasilitas publik yang semakin berkualitas.” (dja)